Bayangkan ini: Tim auditor dari badan akreditasi tiba di fasilitas Anda untuk penilaian ISO/IEC 17025. Mereka meminta untuk melihat catatan verifikasi dan kalibrasi untuk Dissolved Oxygen (DO) meter yang digunakan dalam pemantauan kualitas air limbah proses. Detak jantung Anda berdebar kencang ketika Anda menyadari bahwa log kalibrasi harian tidak lengkap, sertifikat kalibrasi eksternal sudah hampir kedaluwarsa, dan tidak ada prosedur terdokumentasi untuk verifikasi intermediate. Skenario ini bukanlah ketakutan yang abstrak—ini adalah risiko operasional nyata yang dapat mengakibatkan temuan ketidaksesuaian mayor, denda regulasi, atau bahkan kehilangan akreditasi yang sangat penting untuk operasional dan reputasi bisnis Anda.
Dalam lingkungan industri berisiko tinggi seperti pertambangan dan smelter nikel RKEF, di mana kepatuhan terhadap standar Environmental, Social, and Governance (ESG) dan izin lingkungan sangat ketat, akurasi pengukuran DO bukan hanya tentang data—ini tentang kelangsungan usaha. Artikel ini memberikan solusi definitif: sebuah checklist verifikasi DO meter yang komprehensif dan siap pakai, dirancang khusus untuk menjembatani kesenjangan antara Prosedur Operasional Standar (SOP) harian Anda dan persyaratan spesifik klausul ISO/IEC 17025. Panduan langkah demi langkah ini akan memandu Anda melalui segala hal, mulai dari kalibrasi harian dan verifikasi intermediate hingga pembangunan jejak audit yang tak terbantahkan, dengan fokus khusus pada tantangan unik di industri hilirisasi mineral.
- Mengapa Verifikasi DO Meter Kritis untuk Audit dan Kepatuhan?
- Memahami Kerangka ISO/IEC 17025 untuk Alat Ukur
- Checklist Verifikasi DO Meter Sebelum Audit (Template Siap Pakai)
- Prosedur Kalibrasi Harian dan Verifikasi Intermediate untuk Akurasi
- Tantangan Industri Spesifik: Smelter Nikel dan Lingkungan Keras
- Dokumentasi dan Pelatihan: Kunci Audit Sukses
- Kesimpulan
- Referensi
Mengapa Verifikasi DO Meter Kritis untuk Audit dan Kepatuhan?
Dalam konteks bisnis dan industri, DO meter yang tidak terkalibrasi atau tidak terverifikasi bukan sekadar alat yang tidak akurat—ia merupakan titik kerentanan sistemik yang membawa konsekuensi multidimensi. Risikonya meliputi aspek keselamatan, lingkungan, keuangan, dan reputasi.
Pertama, dari perspektif keselamatan kerja, penggunaan alat yang tidak terkalibrasi dapat menimbulkan bahaya langsung. Standar OSHA 29 CFR 1920.146 tentang ruang terbatas secara eksplisit mensyaratkan penggunaan “instrumen baca langsung yang terkalibrasi” untuk memastikan kadar oksigen aman (antara 19.5% dan 23.5%) sebelum memasuki area berbahaya. Kegagalan dalam hal ini bukan hanya pelanggaran regulasi, tetapi dapat berakibat fatal.
Kedua, risiko lingkungan dan regulasi sangat signifikan. Pengukuran DO yang salah pada air limbah proses atau air penerima dapat menyebabkan pelanggaran terhadap batas yang diizinkan dalam izin pembuangan (izin discharge). Hal ini dapat memicu sanksi administratif, denda yang besar, dan kerusakan reputasi yang berdampak pada komitmen ESG perusahaan. Studi pada MDPI Minerals Journal mengungkapkan kompleksitas pengukuran kualitas air proses penambangan, di mana reaksi kimia dalam lumpur (slurry) dapat mengonsumsi oksigen dengan sangat cepat, membuat pengukuran DO yang akurat dan tepat waktu menjadi sangat menantang namun krusial.
Ketiga, dampak finansial melampaui denda. Data DO yang tidak valid dapat mengakibatkan kesalahan dalam pengendalian proses biologi di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), menyebabkan inefisiensi operasional, biaya kimia yang lebih tinggi, atau bahkan kegagalan proses. Lebih lanjut, ketidaksesuaian dalam audit akreditasi dapat membekukan atau mencabut status ISO 17025 laboratorium Anda, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kepercayaan klien, kontrak, dan daya saing. Analisis temuan audit menunjukkan bahwa 38% ketidaksesuaian ISO 17025 berkaitan dengan validitas peralatan (Bagian 6.4), menegaskan bahwa ini adalah area pengawasan utama oleh auditor.
Dampak pada Akurasi Data dan Keputusan Operasional
Pada tingkat operasional, drift sensor dan kalibrasi yang tidak akurat secara langsung merusak integritas data. DO meter mengukur konsentrasi oksigen terlarut dalam air, sebuah parameter kunci untuk menguji kesehatan ekosistem air, efisiensi proses pengolahan biologis, dan kepatuhan terhadap regulasi. Akurasi yang menyimpang dapat menyebabkan keputusan bisnis yang salah.
Misalnya, pembacaan DO yang lebih tinggi dari yang sebenarnya dapat menyebabkan kesimpulan palsu bahwa sistem pengolahan air limbah berjalan efisien, padahal mungkin terjadi defisiensi oksigen yang merusak mikroorganisme pengurai. Sebaliknya, pembacaan yang lebih rendah dapat memicu alarm yang tidak perlu dan investigasi yang menghabiskan sumber daya. Standar otoritatif seperti yang diterbitkan USGS menetapkan bahwa akurasi kalibrasi DO meter harus berada dalam 5% atau ±0.3 mg/L dari nilai sebenarnya. Toleransi ini menjadi patokan hukum untuk menentukan validitas setiap titik data yang Anda hasilkan dan laporkan kepada regulator atau stakeholder.
Memahami Kerangka ISO/IEC 17025 untuk Alat Ukur
Agar checklist verifikasi Anda efektif, checklist tersebut harus selaras dengan kerangka persyaratan ISO/IEC 17025:2017. Standar internasional ini tidak hanya membahas “melakukan pengukuran dengan benar,” tetapi juga “membuktikan kompetensi untuk melakukannya secara konsisten.” Untuk alat ukur seperti DO meter, dua bagian paling relevan adalah Bagian 6.4 (Peralatan) dan Bagian 7.5 (Catatan Teknis).
Intinya, ISO 17025 mensyaratkan pendekatan sistematis dan terdokumentasi untuk mengelola peralatan. Klausul kunci 6.4.4 menyatakan bahwa “Peralatan harus diverifikasi sebelum ditempatkan atau dikembalikan ke dalam layanan”. Ini adalah fondasi filosofis untuk semua prosedur kalibrasi harian dan verifikasi intermediate yang akan kita bahas. Selanjutnya, klausul 6.4.6 dan 6.4.7 menekankan kewajiban laboratorium untuk menetapkan dan meninjau program kalibrasi, terutama ketika akurasi pengukuran mempengaruhi validitas hasil yang dilaporkan. Program ini harus mencakup kalibrasi eksternal yang dapat ditelusuri ke standar nasional/internasional (misalnya, NIST) dan verifikasi internal untuk memantau kinerja alat di antara kalibrasi tersebut.
Klausul Kunci: 6.4 (Peralatan) dan 7.5 (Catatan Teknis)
Mari kita uraikan klausul-klausul spesifik menjadi tindakan yang dapat dikelola untuk DO meter:
- 6.4.1 (Peralatan yang sesuai): DO meter harus memiliki kapabilitas teknis (akurasi, rentang) yang memadai untuk metode pengujian dan persyaratan pelanggan/regulasi.
- 6.4.3 (Peralatan yang dikendalikan): Setiap DO meter harus memiliki identifikasi unik (mis., nomor aset/serial). Software di dalam meter juga harus dikendalikan.
- 6.4.4 & 6.4.5 (Verifikasi & Kalibrasi): Seperti disebutkan, verifikasi sebelum digunakan dan program kalibrasi formal wajib dilakukan.
- 6.4.8 (Status kalibrasi): Status kalibrasi alat (mis., “Sesuai,” “Ditahan”) harus jelas bagi semua pengguna, seringkali melalui label.
- 6.4.10 (Tindakan ketika ditemukan tidak sesuai): Prosedur harus ada untuk menarik DO meter dari layanan dan meninjau dampak data sebelumnya jika ditemukan di luar toleransi.
- 7.5 (Catatan Teknis): Semua aktivitas di atas—sertifikat kalibrasi, hasil verifikasi harian, catatan pemeliharaan, pelatihan operator—harus dicatat sebagai bukti objektif. Catatan ini harus “lengkap, akurat, dan mewakili kegiatan yang dilakukan.”
Penting juga untuk dicatat bahwa klausa 7.2.1.5 mengharuskan laboratorium memverifikasi bahwa mereka dapat melakukan metode dengan benar sebelum menggunakannya, yang mencakup validasi penggunaan DO meter untuk aplikasi spesifik. Selain itu, tantangan manajemen dalam memastikan kalibrasi eksternal yang tepat waktu dari penyedia yang kompeten tercermin dari fakta bahwa 21% ketidaksesuaian ISO 17025 terkait dengan manajemen penyedia eksternal (klausa 6.6.2).
Checklist Verifikasi DO Meter Sebelum Audit (Template Siap Pakai)
Berikut ini adalah template checklist komprehensif yang mengintegrasikan tindakan operasional dengan klausul ISO 17025 yang relevan. Gunakan ini sebagai dasar untuk menilai kesiapan Anda dan mengidentifikasi celah sebelum audit.
Checklist Verifikasi DO Meter untuk Audit ISO 17025
Tanggal Peninjauan: __________ Peninjau: __________ Nomor Aset DO Meter: __________
BAGIAN A: Verifikasi Administratif dan Dokumen (Klausul 7.5)
| No. | Item Checklist | Klausul ISO 17025 | Sudah / Belum / T/A | Catatan / Nomor Dokumen |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Sertifikat Kalibrasi Eksternal tersedia, masih berlaku (tidak kedaluwarsa), dan menunjukkan ketertelusuran ke standar nasional (mis., NIST). | 6.4.5, 6.4.6 | No. Sertifikat: ________, Berlaku hingga: ________ | |
| 2 | Interval kalibrasi eksternal telah ditinjau dan dapat dibenarkan berdasarkan riwayat kinerja alat (sesuai program kalibrasi, klausa 6.4.7). | 6.4.7 | ||
| 3 | SOP terdokumentasi untuk Kalibrasi Harian/Rutin DO Meter tersedia dan mudah diakses oleh operator. | 7.2.1.5, 8.2 | Kode Dokumen: ________ | |
| 4 | SOP terdokumentasi untuk Verifikasi Intermediate dan Pemecahan Masalah DO Meter tersedia. | 6.4.4, 8.2 | Kode Dokumen: ________ | |
| 5 | Catatan Pemeliharaan dan Perbaikan untuk DO meter lengkap dan terkini. | 6.4.9 | ||
| 6 | Bukti Pelatihan & Kompetensi untuk semua operator yang menggunakan DO meter tersedia (mis., sertifikat pelatihan, catatan penilaian). | 6.2.5 |
Contoh bidang penting dalam Sertifikat Kalibrasi Eksternal yang harus diperiksa auditor: Identifikasi alat (merek, model, nomor serial), hasil pengukuran dan ketidakpastian pengukuran, kondisi lingkungan selama kalibrasi, metode yang digunakan, pernyataan ketertelusuran, tanda tangan otorisasi, dan tanggal kalibrasi/kedaluwarsa.
BAGIAN B: Verifikasi Teknis dan Kinerja (Klausul 6.4)
| No. | Item Checklist (Lakukan sebelum penggunaan atau saat audit) | Klausul ISO 17025 | Kriteria Penerimaan | Hasil & Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 7 | Pemeriksaan Fisik: Membran sensor bersih, tidak rusak, tidak menggelembung, dan elektrolit (jika ada) tidak berkurang/kering. | 6.4.4 | Tidak ada kerusakan atau fouling berat yang terlihat. | |
| 8 | Verifikasi Intermediate dengan Air Jenuh Udara: 1. Basahi wadah dengan air bebas-oksigen atau air suling. 2. Keringkan sensor dengan tisu. 3. Biarkan sensor di udara terbuka (dalam wadah lembab) selama >5 menit. 4. Baca nilai DO (% saturasi). |
6.4.4 | Pembacaan: 100% ±1% (atau sesuai spesifikasi pabrik). Nilai Teoritis: 100% pada tekanan udara setempat. |
Tgl: ___ Nilai Baca: ___% ✅/❌ |
| 9 | Verifikasi dengan Nilai DO Teoritis (Alternatif): 1. Ukur DO dan suhu dalam air yang diaduk kuat (>15 menit). 2. Hitung DO jenuh teoritis berdasarkan suhu & tekanan barometrik (gunakan persamaan Weiss atau tabel USGS). 3. Bandingkan. |
6.4.4 | Pembacaan dalam ±0.5 mg/L atau ±5% dari nilai teoritis. | Tgl: ___ Suhu: ___°C Nilai Baca: ___ mg/L Nilai Teoritis: ___ mg/L ✅/❌ |
| 10 | Verifikasi Kompensasi Suhu: 1. Ukur DO dalam sampel air pada suhu ~20°C. 2. Panaskan/mendinginkan sampel ke suhu berbeda (mis., 10°C & 30°C) sambil mengaduk. 3. Baca DO pada setiap suhu. 4. Nilai harus mengikuti tren kelarutan oksigen. |
6.4.4 | Pola pembacaan mengikuti hubungan kelarutan O₂ terhadap suhu (DO turun saat suhu naik). | |
| 11 | Verifikasi Respons Waktu (T90): Catat waktu yang dibutuhkan sensor untuk mencapai 90% dari respons stabil ketika dipindahkan dari udara ke air jenuh udara. |
6.4.4 | Waktu < 60 detik (untuk sensor polarografik baru) atau sesuai spesifikasi pabrik. | T90: ___ detik. ✅/❌ |
Untuk dokumentasi prosedur teknis yang sangat baik, Anda dapat merujuk pada Washington DOH Standard Operating Procedures.
Prosedur Kalibrasi Harian dan Verifikasi Intermediate untuk Akurasi
Sementara checklist di atas memastikan kesiapan audit, prosedur harian yang kuat adalah tulang punggung akurasi data. Di lingkungan industri seperti pertambangan dan smelter, di mana kondisi keras mempercepat degradasi sensor, disarankan untuk mengkalibrasi probe DO polarografik setiap hari sebelum pengukuran.
Langkah-Langkah Kalibrasi Harian yang Tepat
Prosedur berikut mengintegrasikan praktik terbaik dari panduan seperti USGS Dissolved Oxygen Measurement Guidelines dan manual produsen:
- Persiapan & Inspeksi: Bersihkan sensor dengan air suling untuk menghilangkan kotoran. Periksa membran secara visual. Siapkan larutan natrium sulfit (Na₂SO₃) segar untuk titik nol.
- Kalibrasi Titik Nol (Zero): Masukkan sensor ke dalam larutan Na₂SO₃ 0,1 M yang baru dibuat. Tunggu pembacaan stabil. Atur output meter ke 0.0 mg/L (atau 0% saturasi). Perhatian: Natrium sulfit adalah bahan kimia pereduksi; tangani dengan alat pelindung diri yang sesuai.
- Kalibrasi Rentang (Span) dengan Metode Air Jenuh Udara: Ini adalah metode yang paling umum dan praktis di lapangan.
- Basi wadah kalibrasi (sering berupa tutup sensor) dengan air suling atau air bebas-oksigen.
- Keringkan ujung sensor dengan tisu tanpa serat.
- Tempatkan sensor dalam wadah lembab yang terpapar udara atmosfer. Pastikan tidak ada air yang menghalangi membran.
- Tunggu hingga pembacaan stabil (biasanya >5 menit). Nilai DO teoritis adalah 100% saturasi pada tekanan udara lokal.
- Masukkan nilai kompensasi tekanan barometrik yang benar (fitur kunci pada meter yang baik) untuk menghitung konsentrasi mg/L yang akurat. Kemudian, atur meter ke 100% saturasi atau nilai mg/L yang sesuai.
- Verifikasi Pasca-Kalibrasi: Setelah kalibrasi, lakukan verifikasi cepat dengan metode air jenuh udara seperti pada Checklist Bagian B (Item 8) untuk mengonfirmasi. Hasil harus memenuhi kriteria penerimaan.
- Dokumentasi: Catat tanggal, waktu, operator, nilai yang digunakan (tekanan barometrik, suhu), dan hasil verifikasi dalam log kalibrasi harian.
Verifikasi Intermediate: Mendeteksi Drift Sebelum Gagal
Verifikasi intermediate adalah pemeriksaan kinerja yang dilakukan di antara jadwal kalibrasi harian/reguler. Tujuannya adalah menangkap drift instrumentasi sebelum menghasilkan data yang tidak valid. Metode air jenuh udara (di atas) adalah contoh utama.
Selain itu, Anda dapat menggunakan ampul standar DO dengan nilai sertifikat. Kriteria kegagalan harus ditetapkan sebelumnya, misalnya: Pembacaan harus dalam ±2% dari nilai standar untuk ≤20 mg/L atau ±6% untuk >20 mg/L. Jika verifikasi gagal, alat harus segera dikalibrasi ulang, dan semua data yang diambil sejak verifikasi terakhir yang berhasil harus ditinjau dampaknya (sesuai klausul 6.4.10).
Untuk panduan mendetail tentang prosedur kalibrasi lapangan yang mencakup multi-parameter, EPA Field Instrument Calibration SOP merupakan sumber otoritatif yang sangat baik.
Tantangan Industri Spesifik: Smelter Nikel dan Lingkungan Keras
Checklist dan prosedur generik perlu diadaptasi untuk bertahan di lingkungan operasional yang ekstrem seperti fasilitas smelter nikel RKEF dan area penambangan. Air proses, air limbah, dan air di kolam tailings sering kali memiliki turbiditas tinggi, kandungan padatan tersuspensi, suhu ekstrem, dan kimia yang korosif atau sangat reaktif.
Penelitian dalam MDPI Minerals Journal mengilustrasikan tantangan ini dengan jelas: dalam lumpur (slurry) penambangan, “Tingkat DO menurun secara signifikan selama dua menit pertama dan mencapai nilai nol setelah 4 menit…”. Fenomena ini menunjukkan laju konsumsi oksigen yang sangat tinggi, yang berarti pengukuran DO harus dilakukan dengan cepat dan presisi setelah pengambilan sampel. Sensor yang lambat atau tidak akurat akan memberikan gambaran yang sangat menyesatkan.
Adaptasi Checklist untuk Air Limbah Proses dan Kolam Tailings
- Frekuensi Pemeriksaan & Pembersihan Sensor: Dalam air dengan padatan tersuspensi tinggi, membran sensor mudah terfouling. Tambahkan item checklist untuk pemeriksaan visual dan pembersihan sensor setiap sebelum dan sesudah pengukuran di lokasi tersebut, bukan hanya sekali sehari.
- Validasi dengan Metode Referensi: Untuk sampel yang sangat kompleks atau reaktif, pertimbangkan untuk secara berkala memvalidasi pembacaan DO meter dengan metode laboratorium referensi seperti Titrasi Winkler. Ini memberikan lapisan kepercayaan tambahan dan memenuhi semangat klausul ISO 17025 tentang verifikasi metode (7.2).
- Pemantauan Kondisi Lingkungan yang Diperluas: Selain suhu dan tekanan barometrik, catat parameter seperti kekeruhan (NTU) dan konduktivitas pada lembar verifikasi, karena dapat mempengaruhi kinerja sensor.
- Pengelolaan Drift yang Dipercepat: Akui bahwa sensor mungkin mengalami drift lebih cepat dalam kondisi keras. Pertimbangkan untuk memperpendek interval kalibrasi eksternal atau menambahkan verifikasi intermediate ekstra sepanjang hari pengambilan sampel, dengan justifikasi terdokumentasi dalam program kalibrasi Anda (klausa 6.4.7).
Dokumentasi dan Pelatihan: Kunci Audit Sukses
Prosedur terbaik di dunia tidak ada artinya jika tidak dilaksanakan dengan konsisten atau tidak dapat dibuktikan kepada auditor. Dua pilar pendukung ini adalah dokumentasi yang tak terbantahkan dan operator yang kompeten.
Pelatihan Operator harus melampaui “cara menekan tombol.” Program pelatihan yang komprehensif harus mencakup:
- Teori Dasar: Prinsip pengukuran DO (elektrokimia/optik), faktor yang mempengaruhi (suhu, salinitas, tekanan).
- Prosedur: Kalibrasi harian, verifikasi intermediate, pembersihan, dan pemecahan masalah dasar.
- Kepatuhan & Kesadaran: Pentingnya data yang akurat, pemahaman tentang persyaratan ISO 17025 dan izin lingkungan, konsekuensi dari kegagalan.
- Penilaian Kompetensi: Demonstrasi praktik dan evaluasi tertulis untuk memastikan pemahaman.
Catatan pelatihan ini merupakan bukti kunci untuk klausul 6.2.5 (Personel Kompeten).
Membangun Jejak Audit yang Kuat
Semua aktivitas—dari penerimaan DO meter baru, kalibrasi awal, setiap kalibrasi harian, verifikasi intermediate, pemeliharaan, hingga akhir masa pakai—harus membentuk jejak audit (audit trail) yang koheren. Checklist verifikasi ini adalah alat sentral dalam jejak tersebut.
Ketika verifikasi intermediate gagal (Item 9 pada Checklist), sistem Anda harus secara otomatis memicu Formulir Tindakan Perbaikan. Formulir ini mendokumentasikan: apa yang ditemukan, penyebab yang mendasari (misalnya, membran rusak), tindakan korektif segera (kalibrasi ulang, ganti sensor), tinjauan dampak pada data sebelumnya, dan tindakan pencegahan untuk menghindari pengulangan (misalnya, pelatihan ulang operator). Proses terdokumentasi ini secara langsung memenuhi persyaratan ISO 17025 untuk mengendalikan ketidaksesuaian dan tindakan perbaikan.
Kesimpulan
Kesiapan audit ISO 17025 untuk DO meter bukan tentang menciptakan dokumen sekali pakai sesaat sebelum kunjungan auditor. Ini tentang menerapkan sistem manajemen yang berkelanjutan dan terdokumentasi yang tertanam dalam operasional harian Anda. Checklist verifikasi yang disajikan di sini, yang secara eksplisit dikaitkan dengan klausul standar, berfungsi sebagai peta jalan untuk sistem tersebut. Dengan mengintegrasikan prosedur teknis yang kuat (seperti kalibrasi harian dan verifikasi intermediate), adaptasi untuk tantangan lingkungan industri yang spesifik, dan didukung oleh dokumentasi yang kokoh serta pelatihan operator yang memadai, Anda tidak hanya akan lulus audit—Anda akan membangun fondasi untuk data kualitas air yang andal, kepatuhan regulasi yang kuat, dan pengambilan keputusan operasional yang lebih baik.
Sebagai pemasok dan distributor instrumen pengukuran dan pengujian terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami tantangan teknis dan kepatuhan yang dihadapi oleh industri seperti pertambangan dan smelter. Kami berkomitmen untuk menyediakan tidak hanya DO meter yang andal dari merek-merek terpercaya, tetapi juga dukungan untuk mengoptimalkan pengelolaan aset alat ukur Anda. Jika Anda ingin mendiskusikan bagaimana solusi pengukuran yang tepat dapat mendukung sistem manajemen kualitas dan kepatuhan lingkungan perusahaan Anda, jangan ragu untuk menghubungi tim ahli kami melalui halaman konsultasi solusi bisnis kami.
Rekomendasi Dissolved Oxygen Meter
Dissolved Oxygen Meter
Dissolved Oxygen Meter
Dissolved Oxygen Meter
Alat Ukur Portabel Dissolved Oxygen HANNA INSTRUMENT HI98193
Dissolved Oxygen Meter
Conductivity Meter
Dissolved Oxygen Meter
Dissolved Oxygen Meter
Dissolved Oxygen Meter
Disclaimer: Artikel ini dimaksudkan sebagai panduan informatif dan tidak menggantikan saran hukum atau profesional. Selalu konsultasikan dengan akreditasi badan dan ahli kepatuhan untuk kebutuhan spesifik organisasi Anda.
Referensi
- International Organization for Standardization (ISO) & International Electrotechnical Commission (IEC). (2017). ISO/IEC 17025:2017 – General requirements for the competence of testing and calibration laboratories. Diakses dari https://diploma.chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/ISO_IEC_17025_2017E-Character_PDF_document.pdf
- U.S. Geological Survey (USGS). (2023). Dissolved Oxygen – USGS Techniques and Methods 9-A6.2, National Field Manual for the Collection of Water-Quality Data. Diakses dari https://pubs.usgs.gov/tm/09/a6.2/tm9a6.2.pdf
- Pihkola, H., Niskala, M., et al. (2020). Challenges in the Assessment of Mining Process Water Quality. MDPI Minerals, 10(11), 940. Diakses dari https://www.mdpi.com/2075-163X/10/11/940
- Occupational Safety and Health Administration (OSHA). (N.D.). 29 CFR 1920.146 – Permit-required confined spaces.
- Data temuan audit non-konformansi ISO 17025 berdasarkan analisis publikasi dari A2LA (American Association for Laboratory Accreditation) dan sumber akreditasi lainnya.
- U.S. Environmental Protection Agency (EPA). (2017). Region 4 – Field Measurement of Dissolved Oxygen. Diakses dari https://www.epa.gov/sites/default/files/2017-07/documents/field_do_measurement106_af.r4.pdf
- Washington State Department of Health (DOH). (N.D.). Standard Operating Procedures for Measuring Dissolved Oxygen. Diakses dari https://doh.wa.gov/sites/default/files/legacy/Documents/Pubs//337-160.pdf
- U.S. Environmental Protection Agency (EPA). (2017). Calibration of Field Instruments (temperature, pH, dissolved oxygen, …). Diakses dari https://www.epa.gov/sites/default/files/2017-11/documents/eqasop-fieldcalibrat3.pdf

