Di tengah bukti ilmiah yang menunjukkan endemisitas virus Nipah di Indonesia—dengan prevalensi antibodi mencapai 18-30% pada populasi kelelawar buah (Pteropus sp.) [1]—ancaman zoonosis emerging ini memerlukan pendekatan antisipatif yang komprehensif. Salah satu jalur penularan potensial yang sering terlupakan adalah melalui kontaminasi sumber air oleh urine, feses, atau air liur kelelawar yang terinfeksi. Namun, kesenjangan informasi […]

