Checklist Alat Ukur Multi-Parameter QC Pelumas & Cairan Industri

Worn industrial refractometer and digital viscometer on stainless steel workbench with lubricating oil droplets and oil-stained cloth for QC lubricant and industrial fluid testing.

Memilih alat ukur multi-parameter untuk quality control (QC) pelumas dan cairan industri bukanlah keputusan yang bisa diambil secara sembarangan. Kesalahan dalam pemilihan instrumen dapat menyebabkan data QC yang tidak akurat, keputusan perawatan yang keliru, dan pada akhirnya downtime mesin yang merugikan operasional perusahaan. Di sisi lain, alat yang tepat—dengan akurasi tinggi, portabilitas memadai, dan kemudahan kalibrasi—menjadi investasi strategis yang melindungi aset produksi dan menjaga kepatuhan terhadap standar industri.

Artikel ini menyajikan checklist 7 poin berbasis standar ASTM yang dirancang khusus untuk membantu Anda—para QC engineer, facility manager, dan procurement professional—memilih alat ukur multi-parameter yang paling sesuai untuk aplikasi pelumas, oli, coolant, degreaser, dan cairan industri lainnya. Setiap poin dilengkapi dengan spesifikasi teknis yang harus dicari dan pertanyaan kritis yang perlu diajukan kepada supplier. Kami juga akan membahas parameter QC utama, cara verifikasi akurasi di lapangan, serta contoh produk yang memenuhi kriteria checklist ini.

  1. Parameter Kritis dalam QC Pelumas yang Harus Diukur dengan Alat Multi-Parameter
    1. Viskositas dan TBN/TAN: Dua Parameter Wajib
    2. Kadar Air dan Kontaminasi Partikel
  2. Checklist 7 Poin Memilih Alat Ukur Multi-Parameter untuk QC Pelumas
    1. Rentang Pengukuran Mencakup Nilai Tipikal Cairan Industri
    2. Akurasi dan Resolusi yang Memadai untuk QC
    3. Ketahanan terhadap Bahan Kimia (Oli, Coolant, Degreaser)
    4. Kemudahan Kalibrasi dan Ketersediaan Larutan Standar
    5. Portabilitas dan Daya Tahan Baterai untuk Inspeksi Lapangan
    6. Sertifikasi dan Kesesuaian dengan Standar ISO
    7. Dukungan Teknis dan Pelatihan
  3. Cara Verifikasi Akurasi Alat Ukur Multi-Parameter di Lapangan
    1. Uji Komparatif dengan Alat Laboratorium
    2. Teknik Sampling yang Benar untuk Menghindari Kontaminasi
  4. Rekomendasi Alat: Contoh Produk yang Sesuai Checklist
    1. Hanna Instruments HI9813-51
    2. Alternatif Lain: Boqu, Labtech, Lianhua
  5. Kesimpulan
  6. Referensi

Parameter Kritis dalam QC Pelumas yang Harus Diukur dengan Alat Multi-Parameter

Sebelum membahas checklist pemilihan alat, penting untuk memahami parameter apa saja yang menjadi fokus utama dalam QC pelumas industri. Pemahaman ini akan membantu Anda menentukan spesifikasi teknis apa yang benar-benar dibutuhkan dari sebuah alat ukur multi-parameter.

Secara umum, QC pelumas industri mencakup pemantauan beberapa parameter kritis yang diatur oleh standar ASTM internasional. Tabel referensi dari Petroleum Quality Institute of America (PQIA) memetakan parameter-parameter ini secara rinci [1]. Parameter paling fundamental meliputi viskositas (ASTM D445), Total Base Number/TBN dan Total Acid Number/TAN (ASTM D2896, D4739, D664), kadar air (ASTM D6304), serta kontaminasi partikel dan oksidasi.

Yang perlu dipahami adalah bahwa alat ukur multi-parameter modern, khususnya yang portabel, kini mampu mengukur beberapa parameter ini secara simultan dengan akurasi yang setara dengan metode laboratorium. Sebuah studi dari Jurnal AJIE Universitas Islam Indonesia tahun 2024 bahkan memvalidasi bahwa alat ukur multi-parameter berbasis Android memiliki akurasi yang relatif sama dengan alat ukur pabrikan laboratorium melalui uji statistik T-test [2]. Lebih penting lagi, ASTM International secara resmi telah menyetujui Test Method D7889, “Standard Test Method for Field Determination of In-Service Fluid Properties Using IR Spectroscopy,” yang secara eksplisit menyatakan bahwa pengukuran lapangan dengan instrumen portabel memberikan repeatability yang sebanding dengan metode FTIR laboratorium (ASTM E2412) [3].

Viskositas dan TBN/TAN: Dua Parameter Wajib

Viskositas adalah parameter paling dasar yang menunjukkan ketahanan fluida terhadap aliran. Perubahan viskositas menandakan degradasi pelumas akibat oksidasi, kontaminasi, atau masuknya bahan kimia lain. Standar ASTM D445 menjadi acuan utama untuk pengukuran ini. Sementara itu, TBN (Total Base Number) mengukur cadangan alkali dalam pelumas untuk menetralkan asam hasil pembakaran, sedangkan TAN (Total Acid Number) mengukur tingkat keasaman yang mengindikasikan oksidasi dan degradasi.

Produk seperti FluidScan 1000 Series dari AMETEK Spectro Scientific secara langsung memetakan parameter-parameter ini ke standar ASTM: TAN berkorelasi dengan ASTM D664, TBN dengan ASTM D4739, dan kadar air dengan ASTM D6304 [4]. Fakta ini menunjukkan bahwa alat ukur portabel bukan sekadar alat indikasi, melainkan instrumen yang terverifikasi secara standar internasional.

Kadar Air dan Kontaminasi Partikel

Kandungan air dalam pelumas adalah kontaminan paling merusak karena dapat menyebabkan hidrolisis aditif, korosi komponen, dan kegagalan film pelumas. Metode referensi untuk pengukuran kadar air adalah ASTM D6304 (Karl Fischer Titration). Alat multi-parameter portabel yang menggunakan teknologi IR atau sensor khusus dapat mendeteksi kadar air dengan korelasi yang sangat baik terhadap metode laboratorium.

Laporan teknis dari Pacific Northwest National Laboratory (PNNL), sebuah laboratorium riset Departemen Energi Amerika Serikat, mendokumentasikan pengembangan sistem analisis pelumas portabel untuk industri pertambangan yang mencakup deteksi air dan kontaminasi partikel [5]. Temuan mereka mengkonfirmasi bahwa instrumen portabel dapat memberikan data yang cukup andal untuk pengambilan keputusan di lapangan.

Checklist 7 Poin Memilih Alat Ukur Multi-Parameter untuk QC Pelumas

Sekarang kita sampai pada inti artikel. Gunakan checklist 7 poin berikut sebagai kerangka kerja untuk mengevaluasi dan membandingkan berbagai alat ukur multi-parameter. Setiap poin mencakup spesifikasi teknis minimal yang harus dipenuhi serta pertanyaan yang perlu Anda ajukan kepada supplier.

1. Rentang Pengukuran Mencakup Nilai Tipikal Cairan Industri

Langkah pertama adalah memastikan alat yang Anda pilih memiliki rentang pengukuran yang mencakup nilai-nilai tipikal cairan industri yang akan diuji. Pelumas, coolant, dan degreaser memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan air bersih, sehingga rentang pengukuran standar mungkin tidak mencukupi.

Spesifikasi Teknis yang Harus Dicari

  • pH: Cari alat dengan rentang pH 0–14. Oli baru umumnya memiliki pH netral hingga sedikit basa (7–9), sementara oli bekas yang teroksidasi bisa menjadi asam (pH di bawah 7). Coolant dan degreaser seringkali bersifat basa dengan pH di atas 10.
  • Konduktivitas: Rentang 0–200 mS/cm diperlukan untuk mengukur coolant dengan kandungan aditif tinggi atau degreaser pekat.
  • TDS (Total Dissolved Solids): Rentang 0–199.9 ppt (parts per thousand) ideal untuk aplikasi industri.
  • Suhu: Rentang –5°C hingga 100°C diperlukan karena sampel pelumas dan cairan industri sering diukur dalam kondisi hangat atau panas.

Pertanyaan untuk Supplier

  • Apakah rentang pengukuran alat mencakup pH 0–14 dan konduktivitas hingga 200 mS/cm?
  • Apakah alat dapat mengukur sampel kental seperti gemuk atau oli dengan viskositas tinggi?
  • Bagaimana performa alat jika sampel mengandung partikel tersuspensi atau emulsi air-oli?

2. Akurasi dan Resolusi yang Memadai untuk QC

Akurasi dan resolusi menentukan seberapa andal data yang dihasilkan alat untuk pengambilan keputusan QC. Jangan hanya melihat angka akurasi pada brosur; pastikan Anda memahami apa artinya secara praktis.

Contoh Spesifikasi Akurasi

  • pH: Akurasi ±0.05 pH dengan resolusi 0.01 pH dianggap sangat baik untuk QC industri.
  • Konduktivitas: Akurasi ±1% FS (Full Scale) adalah standar minimum yang direkomendasikan.
  • TDS: Akurasi ±2% FS atau lebih baik.
  • Repeatability: Nilai repeatability ≤0.5% FS menunjukkan konsistensi pengukuran yang baik.

Tim peneliti dari Universitas Islam Indonesia memvalidasi bahwa alat multi-parameter berbasis Android memiliki akurasi yang setara dengan alat laboratorium melalui uji statistik T-test, di mana tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil pengukuran kedua jenis alat [2]. Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa teknologi portabel modern memang mampu bersaing dengan metode konvensional.

Untuk parameter spesifik pelumas, AMETEK Spectro Scientific menyatakan bahwa FluidScan memiliki korelasi yang sangat baik terhadap uji laboratorium untuk kadar air (Karl Fischer), TAN, dan TBN, dengan repeatability yang sebanding dengan metode FTIR benchtop ASTM E2412 [4].

Pertanyaan untuk Supplier

  • Seberapa akurat alat ini jika dibandingkan dengan metode laboratorium ASTM untuk parameter yang sama?
  • Apakah ada data korelasi atau hasil uji komparatif yang bisa kami lihat?
  • Berapa nilai repeatability dan reproducibility alat ini menurut standar pabrikan?

3. Ketahanan terhadap Bahan Kimia (Oli, Coolant, Degreaser)

Ini adalah poin yang paling sering diabaikan namun memiliki konsekuensi paling mahal. Paparan terhadap oli, degreaser, dan coolant secara terus-menerus dapat merusak sensor dan bodi alat jika materialnya tidak sesuai.

Material sensor yang umum dan tingkat ketahanannya terhadap bahan kimia perlu menjadi perhatian utama. Sensor dengan material PTFE (Teflon), PFA, Stainless Steel 316, dan elektroda tantalum umumnya memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap lingkungan kimia agresif dibandingkan material standar [6].

Pentingnya IP Rating (IEC 60529)

IP Rating (Ingress Protection) menentukan seberapa tahan alat terhadap debu dan cairan. Untuk lingkungan industri yang melibatkan pelumas dan bahan kimia, rekomendasi minimal adalah:

  • IP67: Tahan terhadap debu dan perendaman hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit. Cocok untuk penggunaan di area yang mungkin terkena cipratan.
  • IP68: Tahan terhadap perendaman terus-menerus pada kedalaman tertentu (biasanya 1,5 meter atau lebih). Direkomendasikan untuk lingkungan yang sangat basah atau memiliki risiko perendaman.

Pertanyaan untuk Supplier

  • Bahan sensor apa yang digunakan? Apakah tahan terhadap oli, degreaser, dan coolant?
  • Berapa IP rating alat? Apakah sudah diuji untuk ketahanan terhadap bahan kimia spesifik?
  • Bagaimana prosedur pembersihan yang benar setelah alat terkena oli atau bahan kimia?
  • Apakah ada garansi untuk kerusakan akibat paparan bahan kimia?

4. Kemudahan Kalibrasi dan Ketersediaan Larutan Standar

Kalibrasi adalah proses yang tidak bisa dihindari untuk menjaga akurasi alat. Semakin mudah proses kalibrasi, semakin besar kemungkinan tim QC Anda akan melakukannya secara konsisten.

Kalibrasi multi-elektroda pada alat multi-parameter bisa menjadi rumit jika tidak dirancang dengan baik. Cari alat yang menawarkan fitur auto-calibration atau one-touch calibration yang memandu pengguna melalui langkah-langkah kalibrasi secara otomatis.

Frekuensi kalibrasi yang direkomendasikan umumnya setiap 6–12 bulan, tergantung pada intensitas penggunaan dan lingkungan operasi. Namun, alat yang digunakan setiap hari di lingkungan kimia agresif mungkin memerlukan kalibrasi lebih sering. Standar ISO/IEC 17025:2017 menetapkan persyaratan kompetensi laboratorium kalibrasi dan pengujian, termasuk ketertelusuran pengukuran ke standar nasional atau internasional [7]. UNIDO juga menyediakan panduan praktis mengenai implementasi ISO 17025 yang mencakup prosedur kalibrasi peralatan [8].

Tips Kalibrasi Praktis

  • Selalu gunakan larutan buffer standar yang masih dalam masa berlaku dan belum terkontaminasi.
  • Ikuti SOP dari pabrikan alat secara ketat.
  • Catat semua hasil kalibrasi dalam logbook untuk keperluan audit.
  • Pastikan larutan standar mudah diperoleh dari distributor resmi.

Pertanyaan untuk Supplier

  • Apakah tersedia larutan standar untuk kalibrasi alat ini? Berapa biaya per set?
  • Apakah alat memiliki fitur auto-calibration? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus kalibrasi?
  • Apakah ada layanan kalibrasi rutin dari distributor? Bagaimana prosedurnya?
  • Apakah alat ini kompatibel dengan larutan standar dari merek lain?

5. Portabilitas dan Daya Tahan Baterai untuk Inspeksi Lapangan

Salah satu keunggulan utama alat ukur multi-parameter portabel adalah kemampuannya untuk digunakan di berbagai lokasi—dari lantai produksi, gudang penyimpanan, hingga inspeksi lapangan di area tambang atau proyek konstruksi.

Fitur Portabilitas yang Harus Dipertimbangkan:

  • Berat: Idealnya di bawah 1 kg untuk kemudahan dibawa dalam waktu lama.
  • Dimensi: Desain ergonomis yang nyaman digenggam dengan satu tangan.
  • Daya Tahan Baterai: Minimal 8 jam penggunaan aktif untuk mencakup satu shift kerja penuh. Beberapa alat unggul hingga 100 jam penggunaan non-stop.
  • Ketahanan Lingkungan: Selain IP rating, pastikan alat tahan terhadap getaran dan guncangan ringan saat dibawa.

Alat seperti Hanna HI9813-51 dirancang dengan form factor portabel yang ringan dan baterai alkaline yang mampu bertahan hingga sekitar 100 jam penggunaan [9], menjadikannya pilihan ideal untuk inspeksi lapangan yang membutuhkan mobilitas tinggi.

Pertanyaan untuk Supplier

  • Berapa berat dan dimensi alat? Apakah ergonomis untuk penggunaan jangka panjang?
  • Berapa lama daya tahan baterai per pengisian penuh?
  • Apakah alat tahan air (minimal IP67)? Apakah bisa digunakan saat hujan ringan?
  • Apakah disertakan case pelindung untuk transportasi?

6. Sertifikasi dan Kesesuaian dengan Standar ISO

Dalam lingkungan industri yang terstandarisasi, terutama jika perusahaan Anda telah tersertifikasi ISO 9001 atau sedang mempersiapkan akreditasi ISO 17025, memilih alat yang telah teruji sesuai standar internasional sangatlah penting.

Sertifikasi yang Perlu Diperhatikan:

  • Kepatuhan ASTM: Alat yang mengklaim kepatuhan terhadap standar ASTM tertentu (misalnya D7889 untuk analisis lapangan) memberikan jaminan bahwa metodologi pengukurannya telah divalidasi.
  • ISO 9001: Produsen atau distributor yang tersertifikasi ISO 9001 menunjukkan bahwa mereka memiliki sistem manajemen mutu yang terjamin.
  • Kalibrasi Terakreditasi KAN: Jika alat disertai sertifikat kalibrasi dari laboratorium yang terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN), maka ketertelusuran pengukurannya ke standar nasional atau internasional dapat diverifikasi.

Standar ISO/IEC 17025:2017 menjadi acuan utama untuk kompetensi laboratorium kalibrasi dan pengujian [7]. Memastikan bahwa alat Anda dikalibrasi oleh laboratorium yang memenuhi standar ini akan sangat membantu saat audit mutu.

Pertanyaan untuk Supplier

  • Apakah alat ini telah teruji sesuai standar ASTM yang relevan? Standar apa saja?
  • Apakah ada sertifikat kalibrasi dari laboratorium terakreditasi KAN yang disertakan?
  • Apakah distributor atau produsen memiliki sertifikasi ISO 9001?

7. Dukungan Teknis dan Pelatihan

Faktor terakhir yang tidak kalah penting adalah ketersediaan dukungan teknis dan pelatihan dari supplier. Alat canggih sekalipun tidak akan memberikan manfaat optimal jika tim Anda tidak terlatih dengan baik dalam pengoperasian dan perawatannya.

Aspek yang Perlu Dipertimbangkan:

  • Pelatihan Awal: Apakah supplier menyediakan pelatihan pengoperasian dasar dan kalibrasi untuk tim QC Anda?
  • Dokumentasi: Apakah tersedia manual pengguna yang jelas dalam Bahasa Indonesia?
  • Garansi: Berapa lama garansi alat? Apa saja yang dicakup?
  • Ketersediaan Suku Cadang: Apakah suku cadang seperti sensor, elektroda, dan larutan standar tersedia dengan mudah?

Distributor resmi seperti CV. Java Multi Mandiri untuk produk Hanna Instruments biasanya menyediakan pelatihan teknis dan layanan perbaikan, memastikan bahwa investasi alat Anda terlindungi dengan baik.

Pertanyaan untuk Supplier

  • Apakah ada pelatihan pengoperasian dan kalibrasi untuk tim kami? Berapa biayanya?
  • Berapa lama garansi alat? Apakah garansi mencakup kerusakan sensor akibat penggunaan normal?
  • Apakah suku cadang dan aksesoris tersedia secara lokal? Berapa lama waktu pengadaan?
  • Bagaimana prosedur klaim garansi jika terjadi kerusakan?

Cara Verifikasi Akurasi Alat Ukur Multi-Parameter di Lapangan

Setelah Anda menerima alat baru, langkah selanjutnya adalah memverifikasi akurasinya sebelum digunakan secara rutin. Proses verifikasi ini penting untuk memastikan bahwa alat berfungsi sesuai spesifikasi dan data yang dihasilkan dapat diandalkan.

Uji Komparatif dengan Alat Laboratorium

Metode paling sederhana untuk verifikasi adalah melakukan uji komparatif. Ambil sampel cairan yang sama, ukur dengan alat portabel baru Anda, dan kirimkan sampel yang sama ke laboratorium terakreditasi untuk diuji dengan metode standar ASTM. Hitung deviasi antara kedua hasil pengukuran. Jika deviasinya berada dalam toleransi yang ditentukan oleh pabrikan (misalnya ±5% untuk sebagian besar parameter), maka alat Anda dapat dianggap akurat.

Studi dari Jurnal AJIE UII menggunakan uji T-test untuk membandingkan hasil alat multi-parameter berbasis Android dengan alat laboratorium, dan hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan secara statistik [2]. Metodologi serupa dapat Anda terapkan untuk alat yang baru dibeli.

Teknik Sampling yang Benar untuk Menghindari Kontaminasi

Kesalahan pengukuran sering kali bukan disebabkan oleh alat itu sendiri, melainkan oleh teknik sampling yang tidak tepat. Standar ASTM D4057 memberikan panduan mengenai praktik pengambilan sampel minyak bumi dan produk cair yang baik [10].

Beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan:

  • Ambil sampel dari titik yang representatif dalam sistem sirkulasi atau tangki penyimpanan.
  • Gunakan wadah sampel yang bersih dan bebas kontaminan.
  • Hindari kontaminasi silang antara sampel yang berbeda dengan membersihkan sensor secara menyeluruh di antara pengukuran.
  • Ukur sampel pada suhu yang stabil dan sesuai dengan prosedur standar, karena suhu sangat mempengaruhi parameter seperti viskositas dan konduktivitas.

Rekomendasi Alat: Contoh Produk yang Sesuai Checklist

Untuk memberikan gambaran konkret, berikut adalah contoh alat ukur multi-parameter yang memenuhi sebagian besar kriteria dalam checklist di atas.

Hanna Instruments HI9813-51

Alat portabel dari Hanna Instruments ini mengukur pH, EC (konduktivitas elektrik), TDS, dan suhu secara simultan. Spesifikasinya meliputi rentang pH 0–14, konduktivitas 0–199.9 mS/cm, TDS 0–199.9 ppt, dan suhu 0–50°C [9]. Alat ini dilengkapi dengan fitur kalibrasi otomatis dan baterai alkaline yang mampu bertahan hingga sekitar 100 jam penggunaan.

Yang membuat HI9813-51 relevan untuk aplikasi pelumas dan cairan industri adalah rentang konduktivitas dan TDS-nya yang luas, mencakup nilai tipikal coolant, degreaser, dan air pendingin yang digunakan dalam sistem hidrolik. Bodinya yang ringkas dengan IP rating yang memadai juga menjadikannya pilihan praktis untuk inspeksi di berbagai lokasi.

Alternatif Lain: Boqu, Labtech, Lianhua

Selain Hanna Instruments, terdapat merek lain seperti Boqu, Labtech, dan Lianhua yang juga menyediakan alat ukur multi-parameter. Namun, penting untuk selalu mengecek setiap produk terhadap checklist 7 poin di atas. Jangan hanya tergiur dengan harga murah; pastikan spesifikasi teknis dan ketahanan bahannya sesuai dengan kebutuhan aplikasi spesifik Anda.

Kesimpulan

Memilih alat ukur multi-parameter yang tepat untuk QC pelumas dan cairan industri adalah investasi strategis yang berdampak langsung pada kualitas produk, keandalan mesin, dan efisiensi operasional. Dengan menggunakan checklist 7 poin yang telah kita bahas—rentang pengukuran, akurasi, ketahanan kimia, kemudahan kalibrasi, portabilitas, sertifikasi, dan dukungan teknis—Anda dapat membuat keputusan pembelian yang terinformasi dan terukur.

Ingatlah bahwa alat yang akurat, portabel, tahan terhadap bahan kimia, dan mudah dikalibrasi akan menghemat biaya jangka panjang karena mengurangi risiko kesalahan pengukuran, mencegah downtime mesin yang tidak terduga, dan meningkatkan efisiensi program perawatan preventif Anda.

Untuk memastikan kebutuhan QC perusahaan Anda terpenuhi dengan solusi yang tepat, kami mengundang Anda untuk berkonsultasi dengan tim teknis CV. Java Multi Mandiri. Sebagai supplier dan distributor alat ukur dan instrumentasi terpercaya—bukan penyedia jasa pengujian, kontraktor konstruksi, atau konsultan teknik—kami berfokus pada penyediaan peralatan berkualitas tinggi untuk aplikasi industri dan bisnis. Kami dapat membantu Anda memilih alat ukur multi-parameter yang sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan Anda, mulai dari spesifikasi teknis hingga ketersediaan layanan kalibrasi dan dukungan purna jual.

Kunjungi halaman produk Hanna Instruments HI9813-51 untuk melihat detail spesifikasinya, atau hubungi tim kami untuk mendiskusikan kebutuhan QC cairan industri Anda secara lebih mendalam. Dapatkan alat yang sesuai checklist dan optimalkan pengawasan kualitas pelumas serta cairan industri Anda mulai hari ini.

Rekomendasi Conductivity Meter

Referensi

  1. Petroleum Quality Institute of America (PQIA). Engine Oil Lubricant ASTM Tests. Retrieved from https://pqia.org/engine-oil-lubricant-astm-tests/
  2. Jurnal AJIE (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship) Vol.08 No.02, Universitas Islam Indonesia. (2024). Inovasi Alat Ukur Multi-Parameter Berbasis Android untuk Pemantauan Kualitas Air.
  3. Noria Corporation, Machinery Lubrication. ASTM D7889 Approved as Test Method for Oil Analysis in the Field. Retrieved from https://www.machinerylubrication.com/Read/29549/astm-oil-analysis
  4. AMETEK Spectro Scientific. FluidScan® 1000 Series – Handheld Infrared Oil Analyzer. Retrieved from https://www.spectrosci.com/product/fluidscan-1000-series—handheld-infrared-oil-analyzer
  5. Pacific Northwest National Laboratory (PNNL), U.S. Department of Energy. Development of On-Board Fluid Analysis for the Mining Industry (Technical Report PNNL-15299). Retrieved from https://www.pnnl.gov/main/publications/external/technical_reports/PNNL-15299.pdf
  6. Silver Automation Instruments. Flow Meter Tahan Asam dan Kimia dengan Pelapis PTFE/PFA. Retrieved from https://id.silverinstruments.com/
  7. International Organization for Standardization (ISO). ISO/IEC 17025:2017 – General requirements for the competence of testing and calibration laboratories. Retrieved from https://www.iso.org/standard/66912.html
  8. United Nations Industrial Development Organization (UNIDO). Complying with ISO 17025: A Practical Guidebook. Retrieved from https://www.unido.org/sites/default/files/2010-08/Complying_with_ISO_17025_A_practical_guidebook_0.pdf
  9. Hanna Instruments Indonesia. HI9813-51 pH/EC/TDS/Temperature Portable Meter. Retrieved from https://hannainst.id/product/ph-ec-tds-temperature-portable-meter-hanna-hi9813-51/
  10. ASTM International. ASTM D4057 – Standard Practice for Manual Sampling of Petroleum and Petroleum Products.