Jenis Rapid Test

Jenis Rapid Test – Setelah kita membahas sedikit tentang apa itu rapid test? selanjutnya kita akan membahas apa saja jenis rapid test yang umumnya dilakukan beserta kelebihan dan kekurangannya. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan mengenai apa saja jenis rapid test beserta kelebihan dan kekurangannya.

Jenis Rapid Test

Jenis Rapid Test

Secara umum ada dua jenis dalam rapid tes, yaitu yang berdasarkan antigen dan berdasarkan antibodi. Namun untuk mengetahuinya kita harus tahu lebih dulu tentang hubungan antigen dan antibodi. Secara sederhana ketika tubuh kita diserang antigen seperti virus maka tubuh kita akan melawan dengan membentuk tentara dalam tubuh yaitu sel darah putih. Saat musuh yang menyerang semakin hebat maka akan semakin banyak sel darah putih yang dikerahkan oleh tubuh.

Namun tidak semua sel darah putih akan berfungsi sebagai tentara, ada pula yang berfungsi sebagai mata-mata. Tugas yang satu ini adalah untuk membuat profil musuh yang sedang dilawan, apabila informasi sudah didapat maka akan ada tim khusus yang melawannya. Tim khusus ini disebut dengan antibodi, antibodi ini akan menempel pada antigen agar kemampuan virus atau musuh tersebut dalam memasuki sel untuk memperbanyak diri dapat dicegah.

Jadi disini dapat diartikan bahwa rapid test berdasarkan antigen adalah tes virus corona berdasarkan pendeteksian antigen. Sedangkan rapid test antibodi adalah rapid test yang dilakukan dengan mendeteksi keberadaan antibodi yang bertugas melawan virus.

Kelemahan Rapid Test

Antigen umumnya ditemukan ketika awal penyakit, kemudian tubuh akan membentuk antibodi. Gambarannya, bila antigen adalah gembok maka kuncinya adalah antibodi. Karenanya seringkali hasil tes akan menunjukkan negatif palsu padahal orang tersebut telah terjangkit virus. Sedangkan antibodi sendiri membutuhkan waktu untuk terbentuk, butuh beberapa hari bahkan mingguan untuk membentuk antibodi.

Karenanya rapid test antibodi baru akan positif setelah tubuh memproduksi antibodi yang muncul belakangan, sehingga pemeriksaan sebelum terbentuk akan menunjukkan hasil negatif. Karenanya apabila hasil pemeriksaannya negatif sekalipun disarankan untuk melakukan pemeriksaan ulang 7 – 10 hari kemudian. Berbeda dengan tes antigen yang tidak bisa diulangi karena antigen yang dicari sudah terikat dengan antibodi tubuh.

Rapid test antigen disebut lebih akurat karena tes ini memang bertujuan untuk mendeteksi virus tersebut bukanlah reaksi tubuh terhadap virusnya. Namun pengambilan sampel dalam tes antigen lebih sulit karena petugas harus menggunakan alat pelindung diri lengkap ketika mengambil sampel darah pasien tidak seperti pada tes antibodi. Hal ini karena resiko perpindahan virus dari pasien ke petugas semakin tinggi.

Kelebihan Rapid Test

Meskipun lemah dalam akurasinya, namun rapid test tidak membutuhkan fasilitas laboratorium yang canggih dan hasilnya lebih cepat didapatkan. Dalam waktu kurang dari 1 jam hasil tes sudah bisa didapatkan, berbeda dengan tes PCR yang membutuhkan waktu lebih lama. Selain rapid test juga membutuhkan biaya yang lebih sedikit dibandingkan tes PCR. Hal ini karena rapid test lebih simpel dalam pengujiannya, dan cocok untuk pengujian dalam jumlah banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *