Setiap produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) paham betul bahwa kualitas sensoris adalah “wajah” produk di mata konsumen. Rasa yang segar, bebas bau asing, dan kenampakan jernih adalah ekspektasi mutlak. Namun, tak sedikit pelaku industri yang menghadapi keluhan misterius: air minum terasa pahit, berbau logam, atau meninggalkan aftertaste yang tidak sedap. Ketika investigasi awal tidak menemukan kontaminasi bakteri atau bahan baku yang bermasalah, seringkali biang keladinya justru tersembunyi dalam proses desinfeksi: over-ozonasi.
Ozonasi memang menjadi pilihan utama di banyak pabrik AMDK karena daya oksidasinya yang luar biasa kuat dan tidak meninggalkan residu karsinogenik seperti klorin. Sayangnya, kelebihan dosis ozon yang tidak terdeteksi dapat menurunkan kualitas sensoris secara drastis, merusak kemasan, dan menimbulkan risiko kepatuhan terhadap regulasi. Masalah ini diperparah oleh fakta bahwa ozon bersifat volatil dan sulit diukur tanpa alat yang tepat.
Artikel ini akan menuntun Anda—manajer QC, supervisor produksi, atau pemilik bisnis AMDK—untuk memahami mekanisme over-ozonasi, mengacu pada regulasi resmi Indonesia, mendeteksi kelebihan ozon sejak dini dengan alat modern seperti Hanna HI97757 portable Photometer, serta menerapkan solusi preventif dan korektif berbasis data. Dengan wawasan ini, Anda dapat menjaga konsistensi mutu, memperkuat kepercayaan konsumen, dan memastikan operasional berjalan sesuai standar nasional.
- Apa Itu Ozonasi? Mekanisme Disinfeksi dan Keunggulannya pada AMDK
- Regulasi dan Standar Kadar Ozon dalam Air Minum Kemasan di Indonesia
- Dampak Over-Ozonasi pada Kualitas Sensoris dan Keamanan Produk AMDK
- Cara Mendeteksi Over-Ozonasi: Metode dan Alat untuk QC Harian
- Solusi Preventif dan Korektif Mengatasi Over-Ozonasi
- Memilih dan Memanfaatkan Alat Ukur Ozon Portable untuk Bisnis AMDK
- Kesimpulan
Apa Itu Ozonasi? Mekanisme Disinfeksi dan Keunggulannya pada AMDK
Ozonasi adalah proses desinfeksi air menggunakan gas ozon (O₃) yang dihasilkan on‑site dari oksigen murni atau udara kering melalui generator ozon. Dengan potensial reduksi mencapai 2,07 volt, ozon menjadi salah satu oksidator terkuat yang diaplikasikan dalam pengolahan air minum—jauh melampaui klorin (1,36 volt) [1]. Mekanisme kerjanya cukup agresif: ozon mengoksidasi langsung dinding sel mikroorganisme, bereaksi dengan komponen asam nukleat, dan membentuk radikal hidroksil (OH•) yang merusak struktur internal bakteri, virus, dan kista protozoa.
Keunggulan utama ozon dibandingkan klorin adalah tidak terbentuknya trihalomethane (THMs) yang bersifat karsinogenik, serta kemampuannya mengurai senyawa organik penyebab bau dan warna tanah pada air baku [2]. Penelitian dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada fasilitas produksi AMDK menunjukkan bahwa konsentrasi ozon optimal 0,16 ppm telah mampu menekan seluruh parameter mikroorganisme—Coliform, E. coli, Pseudomonas aeruginosa, hingga kapang dan khamir—sesuai persyaratan SNI 01‑3553‑2015 [3].
Meski demikian, ozon memiliki kestabilan yang rendah. Waktu paruhnya dalam air hanya sekitar 15 menit pada suhu 25°C, dan semakin singkat pada suhu lebih tinggi atau pH basa. Artinya, ozon harus diproduksi tepat saat akan digunakan dan dosisnya harus dikontrol dengan cermat agar residu yang tersisa dalam produk jadi tidak melewati ambang batas aman. Di sinilah kerentanan terhadap over-ozonasi muncul, terutama jika sistem injeksi tidak dipantau secara reguler. Untuk perspektif global, Anda dapat merujuk pada WHO Guidelines for Drinking‑water Quality (Edisi Keempat) yang mengulas penggunaan ozon dalam sistem penyediaan air minum secara komprehensif.
Regulasi dan Standar Kadar Ozon dalam Air Minum Kemasan di Indonesia
Kepatuhan terhadap regulasi adalah fondasi jaminan mutu dan legalitas produk AMDK. Tiga kerangka utama yang harus dipahami oleh setiap pelaku industri adalah Kepmenperindag No. 705/2003, SNI 3553:2015, dan pemberlakuan wajib SNI melalui Permenperin No. 62/2024.
Kepmenperindag No. 705/2003: Batas Kadar Ozon yang Boleh Digunakan
Kepmenperindag No. 705/2003 tentang Persyaratan Teknis Industri AMDK secara spesifik menetapkan: konsentrasi ozon minimum pada tangki pencampur adalah 0,6 mg/L (ppm), sementara kadar ozon sesaat setelah pengisian ke dalam kemasan harus berada pada rentang 0,1–0,4 mg/L. Angka inilah yang menjadi garis demarkasi—ketika residu ozon dalam produk jadi melebihi 0,4 mg/L, Anda telah memasuki zona over-ozonasi dan potensi penurunan kualitas sensoris pun terbuka lebar.
SNI 3553:2015 & Permenperin 2024: Standar Mutu Terkini untuk AMDK
BSN: SNI Air Mineral Menjamin Keamanan Air Minum menegaskan bahwa SNI 3553:2015 mencakup parameter organoleptik (bau, rasa, warna) dan kimiawi termasuk residu ozon. Standar ini menetapkan kadar ozon dalam produk akhir antara 0,05–0,25 mg/L, pH 6,0–8,5, serta total padatan terlarut (TDS) maksimum 500 mg/L. Pelanggaran terhadap parameter ini bukan sekadar masalah mutu, melainkan berpotensi menimbulkan sanksi.
Permenperin No. 62/2024 tentang Pemberlakuan SNI Wajib AMDK semakin memperketat: seluruh kategori AMDK—mulai dari air mineral, air demineral, hingga air minum embun—wajib memenuhi SNI 3553. Jadi, kontrol ozon yang presisi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban hukum yang berdampak langsung pada izin edar dan reputasi perusahaan.
Dampak Over-Ozonasi pada Kualitas Sensoris dan Keamanan Produk AMDK
Ketika ozon berlebih melampaui threshold sensoris manusia, dampaknya langsung terasa oleh konsumen dan berpotensi memperpendek umur simpan produk.
Rasa Pahit dan Bau Metal: Efek Langsung pada Organoleptik
“Kelebihan kadar ozon yang diinjeksikan pada proses disinfeksi dapat menyebabkan dekomposisi polimer pada botol kemasan air minum. Sehingga hal ini menyebabkan perubahan karakteristik produk yaitu bau seperti metal, perubahan rasa pada air minum,” demikian tegas penelitian dari Program Studi Teknik Kimia UPN “Veteran” Jawa Timur yang diterbitkan dalam jurnal Chempro (2022) [4]. Ozon yang sangat reaktif mengoksidasi senyawa organik sisa dalam air menjadi aldehid, keton, dan asam karboksilat berantai pendek yang secara kolektif memunculkan sensasi pahit dan aftertaste tidak nyaman. Bahkan, senyawa volatil yang terlepas dari interaksi ozon dengan material kemasan turut menyumbang bau logam yang khas.
Penelitian dari Polinema pada fasilitas PT Tirtamas Lestari mendapati bahwa pada konsentrasi ozon yang tinggi, terjadi penurunan TDS yang signifikan, yang oleh panelis diidentifikasi sebagai “rasa tawar yang pahit” [5]. Dalam produksi massal, kontaminasi sensoris ini sering baru terdeteksi setelah ratusan karton terdistribusi, sehingga potensi kerugian finansial dan reputasi sangat besar.
Penurunan pH dan Perubahan Warna Air
Selain rasa, ozon berlebih juga mempengaruhi pH. Studi di Polinema selama 11 bulan produksi nyata menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ozon dari 0,10 ppm ke 0,24 ppm diikuti penurunan pH dari 7,07 menjadi 7,00 [5]. Meskipun penurunan ini terkesan kecil, pada skala persepsi sensoris hal itu sudah mulai memberikan kesan “lebih asam” yang mengurangi kenyamanan minum. Pada kasus yang lebih ekstrem, oksidasi lanjut dapat menyebabkan air sedikit keruh atau berwarna kekuningan akibat produk samping dekomposisi ozon, meskipun kejadian ini relatif jarang bila air baku telah melalui filtrasi yang memadai.
Risiko Kerusakan Kemasan Botol Akibat Oksidasi Ozon
Salah satu konsekuensi yang kerap luput dari perhatian adalah degradasi material kemasan. Ozon kuat mengoksidasi polimer polietilena tereftalat (PET) yang lazim digunakan untuk botol AMDK. Penelitian UPN Veteran Jatim merujuk langsung pada temuan Agustini (2011) bahwa dekomposisi polimer akibat kelebihan ozon tidak hanya melepaskan senyawa penyebab bau dan rasa, tetapi juga menurunkan integritas fisik kemasan—mulai dari retak mikro hingga kebocoran selama distribusi [4]. Bagi bisnis AMDK, ini berarti potensi klaim garansi, penarikan produk, dan hilangnya kepercayaan distributor.
Cara Mendeteksi Over-Ozonasi: Metode dan Alat untuk QC Harian
Mendeteksi residu ozon tidak bisa hanya mengandalkan indra karena bersifat subjektif dan tidak kuantitatif. Quality control modern memerlukan pendekatan bertingkat: dari deteksi sensoris awal, pengukuran instrumen presisi, hingga prosedur sampling yang benar.
Deteksi Sederhana: Menggunakan Indra untuk Mengenali Tanda Awal
Operator produksi yang terlatih seringkali menjadi garda terdepan. Bau logam yang tajam dan rasa pahit yang tidak biasa pada sampel langsung dari filling head merupakan indikasi kuat over-ozonasi. Ambang deteksi manusia terhadap ozon dalam air memang cukup rendah—sekitar 0,01–0,05 mg/L untuk bau—sehingga keluhan sensoris hampir selalu berarti kadar ozon sudah di atas 0,1 mg/L. Namun, metode ini hanya bersifat indikatif dan wajib dikonfirmasi dengan pengukuran objektif karena gangguan aroma lain (misalnya sisa klorin atau senyawa organik air baku) dapat mengecoh.
Metode DPD Colorimetric: Cepat dan Akurat dengan HI97757
Untuk pengukuran kuantitatif di lini produksi, Hanna Instruments HI97757 Ozone Portable Photometer menjadi solusi yang dirancang khusus memenuhi kebutuhan industri. Alat ini menggunakan metode DPD (N,N‑diethyl‑p‑phenylenediamine) yang bereaksi spesifik dengan ozon menghasilkan warna merah muda yang diukur pada panjang gelombang 525 nm. Spesifikasi utamanya sangat relevan bagi QC AMDK: rentang pengukuran 0,00–2,00 mg/L, resolusi 0,01 mg/L, dan akurasi ±0,02 mg/L ±3% pada 25°C [6]. Fitur CAL Check memungkinkan validasi akurasi alat setiap saat dengan kuvet bersertifikat, sehingga hasil pengukuran dapat diandalkan tanpa harus mengirim sampel ke laboratorium luar.
Keunggulan lain yang menunjang produktivitas: battery life lebih dari 800 pengukuran menggunakan tiga baterai AA, kemampuan data logging 50 pembacaan, serta bodi waterproof yang tangguh di lingkungan pabrik. Mode tutorial terintegrasi memandu operator langkah demi langkah sehingga meminimalkan kesalahan manusia.
Langkah Pengukuran Ozon dengan HI97757 (Visual Guide)
Prosedur standar untuk memperoleh hasil yang valid:
- Persiapan: Nyalakan alat dan biarkan mencapai suhu operasi. Pilih metode pengukuran ozon.
- Pengambilan sampel: Isi kuvet kaca 10 mL hingga tanda batas dengan sampel air produksi secara perlahan, hindari gelembung dan turbulensi. Segera tutup rapat. (Teknik sampling detail akan dibahas di sub-bab selanjutnya).
- Zeroing: Masukkan kuvet sampel yang belum direaksikan ke dalam sample holder, tutup, lalu tekan Zero. Alat akan mengkalibrasi titik nol.
- Penambahan reagen: Buka kuvet, tambahkan satu paket reagen DPD (HI93757‑01), tutup, dan kocok perlahan selama 20 detik hingga larut sempurna. Warna merah muda akan muncul jika ozon ada.
- Pengukuran: Masukkan kembali kuvet ke dalam alat, tutup, dan tekan Read. Hasil kadar ozon dalam mg/L akan tampil di layar dalam hitungan detik.
- Dokumentasi: Catat hasil, bandingkan dengan batas regulasi (0,1–0,4 mg/L). Jika melebihi 0,4 mg/L, segera lakukan tindakan korektif.
Metode Indigo Colorimetric (Standard Methods 4500‑O3 B) sebagai Rujukan
Untuk laboratorium yang memerlukan validasi atau audit, metode Indigo merupakan gold standard internasional yang diakui US EPA dan APHA. Prinsipnya: ozon dalam sampel bereaksi dengan reagen kalium indigo trisulfonat, mengubah warna biru tua menjadi proporsional dengan kadar ozon, dan diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 600±10 nm. Penelitian dari Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung menunjukkan penerapan metode ini secara akurat pada pengukuran residu ozon dalam berbagai kondisi pH dan suhu, dengan konsentrasi sisa ozon tertinggi tercatat 0,276 mg/L pada perlakuan asam dan terendah 0,018 mg/L pada pH basa [7].
Metode Indigo memerlukan spektrofotometer dengan bandwidth sempit, sehingga kurang praktis untuk pemantauan harian di pabrik. Namun, QC manager dapat memanfaatkannya sebagai acuan kalibrasi silang untuk memastikan keakuratan photometer portable yang digunakan rutin.
Prosedur Sampling Ozon yang Benar: Jangan Sampai Salah!
Kualitas hasil pengukuran sangat ditentukan oleh teknik pengambilan sampel. Ozon mudah menguap dan terdekomposisi, sehingga sampel harus ditangani dengan protokol ketat. Berikut lima langkah kritis yang dirangkum dari panduan industri (Saka.co.id) dan manual Hanna Instruments:
- Gunakan wadah tertutup rapat: Ambil sampel langsung ke dalam kuvet kaca atau botol gelap berpenutup, isi hingga penuh tanpa ruang udara.
- Hindari aerasi dan pengocokan: Alirkan air secara perlahan melalui selang yang menyentuh dasar wadah, jangan sampai menimbulkan gelembung.
- Analisis segera: Karena waktu paruh ozon hanya ~15 menit pada suhu ruang, lakukan pengukuran dalam waktu kurang dari 5 menit setelah pengambilan.
- Jaga suhu sampel: Perubahan suhu drastis akan mempercepat dekomposisi ozon. Jika sampel diangkut, gunakan cooler box tanpa es langsung.
- Jangan memindahkan sampel: Lakukan pengukuran langsung dari wadah sampling—memindahkan sampel ke kuvet lain hanya akan menambah pelepasan ozon.
Solusi Preventif dan Korektif Mengatasi Over-Ozonasi
Mencegah lebih murah ketimbang menangani dampak. Berikut adalah langkah-langkah yang langsung dapat dioperasikan di lapangan.
Optimalisasi Dosis Injeksi Ozon: Kunci Pencegahan
Setiap sumber air baku memiliki karakteristik yang mempengaruhi konsumsi ozon—pH, suhu, alkalinitas, dan beban organik. ITENAS menegaskan bahwa pada pH asam (sekitar 3,8), residu ozon tetap tinggi (0,276 mg/L) karena dekomposisi minimal, sedangkan pada pH basa (>10) residunya turun drastis menjadi 0,018 mg/L dalam waktu singkat [7]. Artinya, dosis injeksi harus disesuaikan: air baku dengan pH rendah memerlukan dosis lebih kecil atau holding time lebih panjang, sementara air basa mungkin butuh dosis sedikit lebih tinggi namun tetap terkontrol.
Sebagai acuan praktis, 1 gram ozon mampu mendisinfeksi sekitar 1000–2000 liter air tergantung kualitas air baku. Namun, perhitungan ini tidak boleh menggantikan pengukuran langsung. Pasang sensor ozon online atau lakukan pengecekan rutin minimal setiap awal shift dengan photometer portable untuk memastikan dosis injeksi real‑time tidak berlebih.
Pengelolaan Holding Time dan Aerasi
Setelah injeksi, air harus diberi waktu kontak yang cukup agar ozon dapat bekerja membunuh patogen sekaligus terdekomposisi secara alami. Waktu paruh ozon di air 25°C adalah 15 menit; pada suhu 35°C waktu ini memendek menjadi 8 menit [7]. Dengan demikian, menyediakan tangki penampung (holding tank) dengan waktu retensi minimal 20–30 menit pada suhu ruang sangat efektif menurunkan residu ozon ke level aman.
Jika over-ozonasi sudah terdeteksi pada produk jadi, aerasi menjadi solusi cepat. Mengalirkan gelembung udara halus atau mengaduk air dalam tangki terbuka dapat mempercepat pelepasan ozon terlarut hingga 2–3 kali lipat. Pastikan area aerasi memiliki ventilasi baik karena gas ozon pada konsentrasi tinggi bersifat iritan.
Filtrasi Karbon Aktif untuk Residu Ozon Membandel
Untuk instalasi dengan fluktuasi beban organik tinggi atau ketika waktu retensi terbatas, memasang filter karbon aktif granular setelah tangki ozonasi adalah langkah proteksi ekstra. Karbon aktif menyerap residu ozon melalui reaksi reduksi katalitik, mengubahnya menjadi oksigen yang tidak berbahaya. Meskipun efektif, media karbon harus diganti secara berkala karena kapasitas adsorpsinya menurun seiring waktu.
Contoh Flowchart Troubleshooting Over-Ozonasi
Berikut alur keputusan sederhana yang dapat ditempel di ruang kontrol:
- Deteksi dini: Apakah ada keluhan bau logam atau rasa pahit? Atau apakah hasil pengukuran HI97757 menunjukkan >0,4 mg/L?
- Ya → Lanjut ke langkah 2.
- Tidak → Lanjutkan produksi, jadwalkan pengukuran berikutnya.
- Cek parameter proses: Berapa suhu air dan pH? Berapa lama holding time aktual?
- Jika holding time <20 menit → tingkatkan waktu retensi atau alihkan ke tangki penampung tambahan.
- Jika suhu rendah (misal <20°C) → naikkan suhu secara bertahap atau perpanjang waktu retensi.
- Lakukan aerasi: Alirkan udara atau gunakan air diffuser dalam tangki produk selama 10–15 menit.
- Ukur ulang: Setelah aerasi, ukur kembali kadar ozon. Jika masih >0,4 mg/L, kurangi dosis injeksi ozon pada generator sebesar 10–20% dan ulangi pengukuran.
- Opsi karbon aktif: Jika langkah 3–4 belum cukup, lewatkan air melalui filter karbon aktif. Setelah itu, pastikan kadar ozon sudah di bawah ambang batas sebelum pengisian ke kemasan.
WHO Guidelines for Drinking‑water Quality (Edisi Keempat) memberikan rekomendasi lebih lanjut mengenai manajemen risiko desinfeksi, termasuk pendekatan multi‐barier yang dapat diadaptasi sesuai skala pabrik AMDK Anda.
Memilih dan Memanfaatkan Alat Ukur Ozon Portable untuk Bisnis AMDK
Berinvestasi pada alat ukur yang tepat adalah keputusan bisnis strategis—bukan sekadar pengeluaran. Mari kita bedah lebih dalam mengapa HI97757 menjadi pilihan rasional.
Keunggulan HI97757 untuk Kontrol Kualitas AMDK
HI97757 dirancang khusus untuk pengukuran ozon terlarut sehingga cocok untuk monitoring finish product. Fitur CAL Check-nya unik karena menggunakan certified cuvettes yang dapat diverifikasi nilai absorban sinya secara instan—memberikan jaminan keakuratan tanpa harus menyiapkan larutan standar ozon yang rumit. Sistem optik LED dengan narrow band interference filter 525 nm dan bandwidth hanya 8 nm menjamin selektivitas tinggi terhadap warna reaksi DPD, meminimalkan interferensi dari kekeruhan atau sisa warna dari air baku [6].
Dengan kemampuan data logging hingga 50 titik, manajer QC dapat melacak tren kadar ozon harian, mingguan, atau per batch produksi. Data ini sangat berharga saat audit oleh BPOM atau dalam evaluasi kinerja sistem ozonasi.
Analisis Biaya: Investasi dan Biaya Operasional HI97757
Meskipun harga pasti di Indonesia harus dikonfirmasi ke distributor resmi, estimasi pasar menempatkan HI97757 pada kisaran Rp10–12 juta (berdasarkan referensi harga regional Pakistan yang dikonversi) [8]. Jika diamortisasi dalam satu tahun, biayanya sekitar Rp850.000–1 juta per bulan. Bandingkan dengan biaya pengujian residual ozon di laboratorium eksternal yang bisa mencapai Rp150.000–300.000 per sampel. Dengan frekuensi uji minimal dua kali per shift, investasi alat ini akan kembali dalam hitungan bulan.
Komponen biaya operasional: satu paket reagen DPD HI93757‑01 (100 tes) di pasaran internasional sekitar £42 atau ekuivalen Rp850.000, sehingga biaya per tes hanya sekitar Rp8.500. Kuvet kaca HI731331 dijual terpisah dengan harga sekitar £34 per set. Sementara baterai AA standar sanggup mendukung >800 pengukuran, menekan biaya energi. Total cost of ownership yang rendah menjadikan photometer ini sebagai pilihan ekonomis untuk pabrik AMDK skala kecil hingga menengah.
Bagaimana Mendapatkan HI97757 dan Layanan Purna Jual dari Distributor Resmi
Distributor Hanna Instruments di Indonesia adalah Hanna Instrument Indonesia (hannainst.id) yang berkantor di Purwokerto, Jawa Tengah. Anda dapat menghubungi kami melalui halaman kontak untuk permintaan penawaran harga, serta informasi ketersediaan reagen dan suku cadang. Pastikan Anda meminta sertifikat kalibrasi dan menanyakan layanan purna jual seperti garansi, pelatihan operator, dan dukungan teknis.
Kesimpulan
Over-ozonasi adalah permasalahan yang dapat dikendalikan selama ada sistem deteksi yang tepat, prosedur operasi yang disiplin, dan pemahaman akan karakteristik air baku. Dengan mengacu pada Kepmenperindag 705/2003 dan SNI 3553:2015, produsen AMDK memiliki acuan jelas tentang batas residual ozon yang aman. Dampak negatifnya terhadap sensoris—rasa pahit, bau metal, penurunan pH, hingga kerusakan kemasan—bukan lagi sesuatu yang harus ditoleransi, karena alat seperti Hanna HI97757 Portable Photometer memberikan kemampuan deteksi kuantitatif secara cepat dan akurat di lini produksi. Solusi preventif mulai dari optimalisasi dosis, pengelolaan holding time, aerasi, hingga filtrasi karbon aktif siap diterapkan sebagai lapisan pertahanan berlapis.
Kualitas sensoris adalah ujung tombak kepuasan konsumen. Jangan biarkan over-ozonasi merusak reputasi produk Anda. Dapatkan HI97757 Ozone Portable Photometer sekarang dan konsultasikan kebutuhan monitoring kualitas air Anda dengan tim ahli.
Tentang Kami:
CV. Java Multi Mandiri adalah pemasok dan distributor alat ukur dan instrumen pengujian—bukan penyedia jasa pengujian, kontraktor konstruksi, atau konsultan teknik—yang berfokus melayani kebutuhan bisnis dan aplikasi industri. Kami menyediakan beragam perangkat precision untuk mendukung operasional pabrik AMDK, termasuk portable photometer dan parameter kualitas air lainnya. Optimalkan proses produksi Anda dengan peralatan yang tepat. Silakan diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama tim kami.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif. Selalu ikuti regulasi terbaru, petunjuk produsen peralatan, dan konsultasikan dengan ahli quality control bersertifikat saat menerapkan prosedur di fasilitas produksi Anda.
Rekomendasi Photometer
Photometer
Referensi
- Sudarsono, S. N., Abirawa I P, B. K., Mulyadi, E., & Triana, N. W. (2022). Efisiensi Kadar Ozon dalam Proses Disinfeksi Bakteri Escherichia Coli pada Pengolahan Air Minum. ChemPro Vol. 03 No. 02. Program Studi Teknik Kimia, UPN “Veteran” Jawa Timur. Retrieved from https://chempro.upnjatim.ac.id/
- World Health Organization. (2022). Guidelines for Drinking‑water Quality: Fourth edition incorporating the first, second and third addenda. Geneva: WHO. Retrieved from https://www.who.int/publications/i/item/9789240121225
- Rahayu, M., Takwanto, A., & Nabih, F. N. (2021). Pengaruh Konsentrasi Ozon terhadap Kandungan Mikroorganisme pada Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) PT Tirtamas Lestari. Distilat Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2. Politeknik Negeri Malang. Retrieved from https://jurnal.polinema.ac.id/
- Sudarsono, S. N., et al. (2022). Efisiensi Kadar Ozon… (mengutip Agustini, 2011). ChemPro Vol. 03 No. 02. UPN “Veteran” Jawa Timur. (Sumber sama dengan [1]).
- Nabih, F. N., Takwanto, A., & Rahayu, M. (2021). Pengaruh Konsentrasi Ozon terhadap Nilai pH dan Total Dissolve Solid (TDS) Produk Air Minum dalam Kemasan (AMDK). Distilat Vol. 7 No. 2. Politeknik Negeri Malang. Retrieved from https://jurnal.polinema.ac.id/
- Hanna Instruments. HI97757 Ozone Portable Photometer – Product Specifications. (Diakses melalui hannainst.id dan literatur teknis resmi).
- Sari, N. N., Sururi, M. R., & Pharmawati, K. (2013). Efek Perlakuan pH pada Ozonisasi. Reka Lingkungan No.1 Vol.1. Institut Teknologi Nasional Bandung. Retrieved from https://ejurnal.itenas.ac.id/
- Kamadi Pakistan. Hanna HI97757 Ozone Portable Photometer – Price Reference. (Data referensi regional, dikonversi).





