Pembudidayaan Tanaman Kina Untuk Agribisnis

Pembudidayaan Tanaman Kina Untuk Agribisnis – Pembudidayaan tanaman kina dipercaya memiliki peluang yang baik dalam bidang agribisnis. Dalam pembudidayaan tanaman ini meliputi beberapa aspek seperti pembibitan, pengolahan media tanam, teknik penanaman, dan pemeliharaan tanaman.

Pembudidayaan Tanaman Kina Untuk Agribisnis

A. Pembibitan

Dalam budidaya perkebunan pohon kina, pembibitan merupakan salah satu usaha yang berperan untuk mendapatkan bahan tanam yang sesuai dengan keperluan tujuan tanam. Umumnya tanaman kina diperbanyak dengan dilaksanakan secara vegetatif melalui cara stek batang atau bisa menggunakan sambung pucuk.

B. Pengolahan Media Tanam

Dalam hal ini, pengolahan tanah bertujuan untuk mendapatkan tanah yang bersih, gembur, dan tidak terdapat sisa akar ataupun gulma. Untuk mendapatkan tanah seperti itu, maka pengolahan tanah awalnya perlu dilakukan dengan melakukan pencangkulan tanah sedalam 60 cm, kemudian pengolahan tanah yang kedua dilakukan pencangkulan tanah sedalam 40 cm dengan jangka waktu sekitar 2 hingga 3 minggu setelah pengolahan tanah pertama dilakukan. 

Biasanya pertanian organik akan melakukan penghancuran bongkahan dan membuat struktur tanah menjadi remah dan gembur ketika melakukan pengolahan tanah kedua. Selain itu, penebaran pupuk kandang atau kompos juga dilakukan sekitar 50 hingga 60 ton per hektar sebagai pupuk dasar.

Berikut ini hal yang perlu dilakukan dalam pengolahan media tanam :

1. Persiapan Lahan

Jika sebelumnya sudah melakukan pengolahan tanah maka langkah selanjutnya yaitu dengan melakukan persiapan lahan dengan mengukur dan mematok setiap 20 meter ke arah mendatar, ke arah kemiringan atas dan bawah. Selanjutnya akan terbentuk sebuah petakan areal dengan luas 20 x 20 m2 yang setara dengan 400 m2 dan biasanya disebut dengan satu patok. Biasanya tanda patok tersebut berupa hancuran yang dipelihara dengan baik dan jika mati maka segera diganti.

2. Pengapuran

Pada umumnya pengapuran tersebut hanya dapat dilakukan apabila pH tanah lebih rendah dari 4,5 dengan dosis kapur  yang sesuai dengan kebutuhan. Biasanya kapur tersebut dapat berupa dolomit dan kalsit yang dicampurkan secara merata sekitar 100 gram setiap lubangnya.

3. Pemupukan Sebelum Tanam

Sebelum melakukan penanaman, lakukan pemupukan terlebih dahulu. Pemupukan ini bertujuan untuk memacu pertumbuhan bibit yang diberi 50 gram TSB lalu diberikan dalam larikan sekitar tanaman.

C. Teknik Penanaman

Setelah melakukan pengolahan media tanam, langkah selanjutnya yaitu melakukan teknik tanam. Adapun teknik penanaman yang dapat dilakukan yaitu sebagai berikut :

1. Penentuan Pola Tanaman

Untuk langkah awal, sebaiknya tentukan pola tanaman yang disesuaikan dengan topografi lahan. Ada tiga macam tanam yang terdiri dari jarak jarak tanam rapat dengan ukuran 75 cm x 75 cm, jarak tanam menengah dengan ukuran 100 cm x 100 cm, dan jarak tanam lebar yang memiliki ukuran 1,25 cm x 1,25 cm. 

2. Pembuatan Lubang Tanam

Kemudian langkah kedua dilakukan pembuatan lubang tanam dengan pengajiran untuk pedoman penanaman yang disesuaikan melalui pola dan jarak tanam yang dibuat. Biasanya lubang tanam dibuat dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 40 cm untuk bibit dari polybag, sedangkan untuk bibit cabutan menggunakan ukuran 30 cm x 30 cm x 40 cm.

3. Cara Penanaman

Teknik penanaman selanjutnya yaitu cara penanaman, yang dimana terdapat empat cara yang dapat dilakukan dalam penanaman tanaman kina. Cara penanaman tersebut terdiri dari :

  • Bibit cabutan, biasanya akar bibit ini memiliki ukuran sekitar 30 cm dengan tinggi bibit 40 hingga 50 cm dan ⅔ daunnya dirompes. Selanjutnya masukkan bibit dalam keadaan tegak jangan miring, kemudian lakukan pemadatan pada tanah timbunan dengan cara diinjak menggunakan kaki, lalu diratakan.
  • Bibit dalam polybag, untuk bibit dalam polybag dapat dilakukan dengan membuka polybag terlebih dahulu, caranya yaitu dengan merobek polybag tersebut lalu bibit ditanam bersamaan dengan medianya, lalu lakukan penyanggaan dengan menggunakan belahan bambu dan kemudian timbun menggunakan tanah. Selanjutnya tanah yang ada disekitar batang dilakukan pemadatan dan siram tanaman tersebut.
  • Tanaman pelindung, adanya tanaman pelindung ini berfungsi untuk menutup tanah dan memperbaiki iklim mikro agar lebih segar. Biasanya untuk tanaman yang berupa legum Crotalaria atau Tephrosia ditanam selama 3 tahun.

4. Periode Tanam

Untuk masa penanaman yang tepat ketika menanam tanaman kina ini sebaiknya dilakukan ketika awal musim hujan sekitar bulan September, yang biasanya kondisinya tidak terlalu terik. Hal ini dilakukan untuk menghindari penguapan yang terlalu banyak dari bibit yang akan ditanam. Masa tanam yang dilakukan secara tepat, maka akan memberikan keberhasilan pada pertumbuhan tanaman tersebut.

D. Pemeliharaan Tanaman

JIka sudah mengerti dan paham dengan teknik penanaman tanaman kina, Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara memelihara tanaman kina. Berikut ini pemeliharaan tanaman kina yang perlu diketahui :

1. Penyulaman

Sebaiknya penyulaman ini dilakukan selama satu bulan setelah melakukan penanaman. Penyulaman ini dilakukan secara terus – menerus hingga usia tanaman 3 bulan dan mendekati musim kemarau. Namun pada tahun ketiga tidak dianjurkan untuk melakukan penyulaman. Biasanya kebutuhan bibit sulaman memiliki nilai maksimum 10% dan pada tahun kedua hanya 5% saja.

2. Penyiangan

Tujuan dilakukan penyiangan ini hanya untuk melakukan penggemburan tanah sedalam 10 cm yang dilakukan menggunakan cangkul. Kemudian penyiangan dapat dilakukan setiap 1,5 bulan hingga 2 bulan sekali yang dilakukan hingga umur 2 atau 3 tahun.

3. Pembubunan

Sebenarnya tanaman kina tidak perlu melakukan kegiatan pembubunan karena tanaman kina ini merupakan jenis tanaman pohon yang berumur dalam. Akan tetapi tanaman ini dapat dilakukan pembubunan pada tanaman yang masih muda. Kegiatan ini bertujuan untuk menimbun kembali tanah yang ada di sekitar daerah perakaran yang terbawa air dan lakukan sekaligus pada saat melakukan pemberian pupuk organik kompos setiap 3 hingga 4 bulan sekali. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan perakarannya lebih baik.

4. Pemupukan

Pemupukan dapat dilakukan secara organik dengan menggunakan pupuk kompos. Pupuk kompos merupakan pupuk  yang diolah secara organik atau pupuk organik komplek bias yang biasanya diberikan untuk tanaman muda dengan cara melakukan pemupukan secara rutin setiap 2 hingga 3 bulan sekali sebanyak 5 sampai 7 kg setiap tanaman.

Kemudian untuk tanaman yang sudah tua dengan umur diatas 3 tahun, dapat dilakukan pemupukan dengan pupuk kompos organik ini setiap 6 bulan sekali sebanyak 10 hingga 12 kg setiap tanamannya. Lakukan pupuk pada sekitar batang tanaman di daerah perakaran secara sekaligus dengan pekerjaan dangir dan penyiangan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *