Panduan Uji Konduktivitas untuk Audit FSSC/ISO di Pabrik Kemasan

Konduktivitas meter di laboratorium pengujian pabrik kemasan dengan laptop dan dokumen audit FSSC/ISO

Bayangkan skenario ini: tim auditor FSSC 22000 telah selesai memeriksa dokumen dan fasilitas Anda. Semua terlihat baik-baik saja—hingga mereka meminta sertifikat kalibrasi konduktometer yang digunakan untuk memverifikasi kualitas air proses. Label kalibrasi tidak terpasang. Sertifikat sudah kedaluwarsa tiga bulan lalu. Hasilnya? Temuan ketidaksesuaian (non-conformity) yang dapat menunda sertifikasi atau bahkan mencabutnya. Situasi ini bukan sekadar skenario hipotetis—ini adalah realitas yang dihadapi banyak pabrik kemasan pangan di Indonesia setiap tahunnya.

Artikel ini hadir sebagai panduan komprehensif yang secara unik menghubungkan setiap langkah teknis uji konduktivitas dengan persyaratan spesifik standar FSSC/ISO. Berbeda dengan panduan umum lainnya, kami menyajikan studi kasus nyata, prosedur kalibrasi langkah-demi-langkah untuk alat ukur HANNA HI8733, dan template dokumentasi yang siap Anda gunakan untuk persiapan audit. Dalam panduan ini, Anda akan mempelajari: (1) mengapa uji konduktivitas kritis untuk kepatuhan audit FSSC/ISO, (2) dampak nyata ketidaksesuaian kalibrasi, (3) prosedur praktis kalibrasi konduktometer, (4) dokumentasi siap audit, dan (5) cara mengatasi masalah umum sebelum auditor datang.

  1. Mengapa Uji Konduktivitas Kritis untuk Kepatuhan Audit FSSC/ISO di Pabrik Kemasan?
    1. Hubungan Uji Konduktivitas dengan Klausul ISO/TS 22002-4 dan ISO 22000:2018
    2. Peran Konduktivitas dalam Kualitas Air dan Larutan Pembersih di Pabrik Kemasan
  2. Dampak Nyata Ketidaksesuaian Kalibrasi Konduktivitas pada Audit dan Produksi
    1. Konsekuensi Temuan Audit Kalibrasi Tidak Valid
    2. Dampak pada Kualitas Produk dan Keamanan Pangan
  3. Panduan Langkah-demi-Langkah Kalibrasi Konduktometer HANNA HI8733 untuk Persiapan Audit
    1. Persiapan: Memilih Larutan Standar yang Tepat dan Valid
    2. Prosedur Kalibrasi HI8733 Lengkap
    3. Verifikasi Pasca Kalibrasi dan Pencatatan
    4. Frekuensi Kalibrasi dan Pemeliharaan Probe
  4. Dokumentasi Kalibrasi Konduktivitas yang Siap Audit: Template dan Persyaratan ISO
    1. Contoh Template Catatan Kalibrasi Konduktivitas
    2. Cara Membaca dan Menyimpan Sertifikat Kalibrasi
    3. Program Kalibrasi Bulanan untuk Alat Ukur Konduktivitas
  5. Mengatasi Masalah Umum Kalibrasi Konduktivitas Sebelum Audit
    1. Penyebab Kalibrasi Tidak Akurat dan Cara Mendeteksinya
    2. Strategi Komunikasi dengan Manajemen Mengenai Anggaran Kalibrasi
  6. Kesimpulan
  7. Referensi dan Sumber

Mengapa Uji Konduktivitas Kritis untuk Kepatuhan Audit FSSC/ISO di Pabrik Kemasan?

Dalam industri kemasan pangan, pengukuran konduktivitas bukan sekadar parameter teknis—ini adalah komponen kritis dalam sistem manajemen keamanan pangan Anda. Konduktivitas digunakan untuk memverifikasi kualitas air proses, memastikan konsentrasi larutan pembersih CIP (Clean-in-Place) tepat, dan memvalidasi efektivitas sanitasi. Setiap titik pengukuran ini memiliki implikasi langsung terhadap keamanan produk akhir.

FSSC 22000 Versi 6, melalui Skema Interpretasi Quality Control [1], secara eksplisit mensyaratkan bahwa:

prosedur pengendalian kuantitas harus mencakup program kalibrasi dan verifikasi peralatan yang digunakan untuk pengendalian kualitas dan kuantitas (klausul 2.5.9b).

FSSC Scheme Interpretation V6

Dokumen ini, yang diterbitkan langsung oleh FSSC Foundation, menegaskan bahwa peralatan seperti konduktometer harus termasuk dalam jadwal kalibrasi dan pemeliharaan. Ini bukan rekomendasi—ini adalah persyaratan kepatuhan yang mengikat.

Penelitian dari Universitas Islam Indonesia yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Chemical Analysis [2] menegaskan bahwa:

mengkalibrasi konduktometer secara rutin dengan larutan standar konduktivitas yang tertelusur dapat menjamin hasil pembacaan yang presisi, dapat diandalkan, dan mendapatkan hasil pengukuran yang tertelusur ke SI

A. Hindayani & N. Hamim, IJCA 2022

—persyaratan yang termaktub dalam klausul 6.5 ISO/IEC 17025:2017.

Hubungan Uji Konduktivitas dengan Klausul ISO/TS 22002-4 dan ISO 22000:2018

Untuk pabrik kemasan pangan, standar yang paling relevan adalah ISO/TS 22002-4:2013 tentang Prerequisite Program (PRP) untuk manufaktur kemasan pangan [3]. Standar ini menetapkan persyaratan spesifik untuk kalibrasi alat monitoring dan verifikasi yang digunakan dalam produksi kemasan.

ISO 22000:2018 memberikan kerangka yang lebih luas melalui dua klausul kunci:

  • Klausul 7.1.5 (Sumber daya pemantauan dan pengukuran): Mensyaratkan organisasi menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk memastikan pemantauan dan pengukuran yang valid.
  • Klausul 8.7 (Pengendalian peralatan pemantauan dan pengukuran): Mensyaratkan peralatan dikalibrasi atau diverifikasi pada interval yang ditentukan, dengan ketertelusuran ke standar internasional atau nasional.

Artikel penelitian dari Pusat Riset Kimia BRIN yang diterbitkan di jurnal Accreditation and Quality Assurance [4] menekankan bahwa:

dalam pengukuran konduktivitas elektrolitik, metode yang digunakan untuk mengukur konduktivitas harus divalidasi dan instrumen (konduktometer) harus dikalibrasi dengan larutan standar (CRM) yang tertelusur ke SI.

F.S.H. Krismastuti & M.H. Habibie, Accredit. Qual. Assur. 2022

Peran Konduktivitas dalam Kualitas Air dan Larutan Pembersih di Pabrik Kemasan

Aplikasi pengukuran konduktivitas di pabrik kemasan pangan mencakup dua area utama:

Kualitas air proses: Air yang digunakan dalam proses produksi kemasan harus memenuhi standar kualitas tertentu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas konduktivitas air minum tidak melebihi 400 μS/cm. Air dengan konduktivitas di luar rentang ini dapat mengindikasikan kontaminasi yang berpotensi membahayakan keamanan pangan.

Larutan pembersih dan sanitasi: Konsentrasi larutan pembersih (CIP) harus tepat—terlalu lemah tidak efektif membersihkan, terlalu kuat dapat merusak peralatan atau meninggalkan residu berbahaya. Pengukuran konduktivitas memberikan verifikasi cepat dan akurat terhadap konsentrasi larutan ini.

Penelitian UII [2] juga mengidentifikasi faktor kritis yang mempengaruhi akurasi: gelembung yang menempel pada elektroda dapat mengurangi luas permukaan efektif elektroda, meningkatkan nilai resistansi, dan menurunkan nilai konduktivitas sampel. Detail teknis seperti ini sering menjadi sumber kesalahan yang terlewatkan dalam prosedur kalibrasi harian.

Dampak Nyata Ketidaksesuaian Kalibrasi Konduktivitas pada Audit dan Produksi

Ketidaksesuaian kalibrasi konduktivitas bukan sekadar masalah administratif—ini memiliki konsekuensi finansial dan operasional yang nyata. Studi kasus dari PT X Pharma yang dianalisis oleh Universitas Semarang [5] menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan: tingkat kerusakan produk meningkat dari 0,30% menjadi 13,59%, jauh melampaui batas toleransi perusahaan yang ditetapkan di bawah 1%. Analisis faktor penyebab menggunakan metode 4M (Man, Material, Machine, Method) mengidentifikasi bahwa ketidaksesuaian alat ukur berkontribusi signifikan terhadap lonjakan kerusakan ini.

Dari segi regulasi, risiko kepatuhan juga tidak kalah serius. Sebagai gambaran, regulasi GDPR di Eropa memberlakukan denda hingga EUR 20 juta atau 4% pendapatan tahunan global untuk pelanggaran kepatuhan—meskipun tidak langsung berlaku untuk FSSC, prinsip risiko finansial ini relevan untuk memahami urgensi kepatuhan di era regulasi yang semakin ketat.

Konsekuensi Temuan Audit Kalibrasi Tidak Valid

Temuan ketidaksesuaian dalam audit FSSC 22000 diklasifikasikan dalam tiga tingkatan:

  • Observasi: Potensi masalah yang perlu dicatat tetapi belum menjadi ketidaksesuaian.
  • Minor: Ketidaksesuaian yang tidak mengancam sistem secara keseluruhan, tetapi memerlukan corrective action.
  • Major: Ketidaksesuaian serius yang dapat menunda atau mencabut sertifikasi.

Masalah kalibrasi konduktivitas sering kali masuk kategori minor hingga major, tergantung pada konteksnya. Temuan umum meliputi: alat tidak terkalibrasi, sertifikat kalibrasi kedaluwarsa, label kalibrasi hilang atau tidak terbaca, dan dokumentasi kalibrasi tidak lengkap.

Penelitian dari Universitas Diponegoro [6] tentang kesesuaian kalibrasi di perusahaan manufaktur mengidentifikasi bahwa anggaran kalibrasi yang tidak mencukupi sering disebabkan kurangnya kesadaran top management tentang pentingnya kalibrasi. Ini menunjukkan bahwa akar masalah sering kali bukan pada aspek teknis, melainkan pada komunikasi dan prioritas manajemen.

Dampak pada Kualitas Produk dan Keamanan Pangan

Kegagalan kalibrasi konduktivitas tidak hanya mempengaruhi hasil audit—ia berdampak langsung pada kualitas produk dan keamanan pangan. Dalam konteks pabrik kemasan, beberapa risiko spesifik meliputi:

  • Kegagalan sanitasi: Larutan pembersih dengan konsentrasi tidak tepat dapat meninggalkan kontaminasi mikrobiologis pada kemasan.
  • Kontaminasi silang: Air proses yang tidak memenuhi standar dapat menjadi vektor kontaminasi.
  • Ketidaksesuaian spesifikasi: Produk kemasan yang tidak memenuhi spesifikasi kualitas harus diproduksi ulang, meningkatkan biaya dan limbah.

Panduan Langkah-demi-Langkah Kalibrasi Konduktometer HANNA HI8733 untuk Persiapan Audit

Kalibrasi konduktometer yang benar adalah fondasi kepatuhan audit. Berikut adalah panduan langkah-demi-langkah untuk HANNA HI8733, portable multi-range conductivity meter dengan 4 rentang pengukuran dan akurasi ±1% FS.

Persiapan: Memilih Larutan Standar yang Tepat dan Valid

Langkah pertama yang paling krusial adalah pemilihan larutan standar. Untuk HANNA HI8733, larutan standar yang direkomendasikan adalah:

  • HI 7030/HI 8030: 12880 μS/cm (12,88 mS/cm)—cocok untuk rentang menengah
  • HI 7031: 1413 μS/cm—untuk rentang rendah
  • Atau larutan standar lain yang mendekati rentang sampel yang diukur

Validitas larutan standar harus diverifikasi sebelum digunakan. Periksa tanggal kedaluwarsa, kondisi fisik (kekeruhan atau endapan menunjukkan kontaminasi), dan riwayat penyimpanan. Larutan standar harus disimpan dalam wadah asli pada suhu yang direkomendasikan, jauh dari sinar matahari langsung.

Penelitian UII [2] menekankan bahwa CRM (Certified Reference Material) yang tertelusur ke SI adalah syarat mutlak untuk kalibrasi yang valid. Data dari penelitian tersebut menunjukkan akurasi dengan bias hanya 0,1 μS/cm dan RSD 0,04%—presisi yang hanya dapat dicapai dengan larutan standar yang tepat.

Prosedur Kalibrasi HI8733 Lengkap

Berdasarkan manual resmi HANNA [7], berikut adalah prosedur kalibrasi yang benar:

  1. Siapkan larutan standar dalam wadah plastik bersih (wadah plastik meminimalkan interferensi EMC).
  2. Rendam probe hingga lubang probe terendam sempurna. Pastikan tidak ada gelembung udara yang terperangkap di sekitar elektroda.
  3. Tunggu keseimbangan termal selama beberapa menit. HI8733 memiliki kompensasi suhu otomatis (ATC), tetapi perubahan suhu mendadak tetap memerlukan waktu stabilisasi.
  4. Ketuk probe dengan lembut untuk menghilangkan gelembung udara. Seperti yang ditegaskan dalam penelitian UII [2], gelembung udara dapat secara signifikan mempengaruhi hasil pengukuran.
  5. Putar EC knob hingga pembacaan sesuai dengan nilai larutan standar pada suhu saat itu (manual HI8733 menyertakan tabel koreksi suhu jika diperlukan).
  6. Catat hasil kalibrasi dalam logbook.

Perhatian khusus: HI8733 adalah alat kalibrasi manual satu titik. Pastikan untuk memilih larutan standar yang paling mendekati rentang pengukuran sampel Anda untuk akurasi optimal.

Verifikasi Pasca Kalibrasi dan Pencatatan

Setelah kalibrasi selesai, langkah verifikasi adalah wajib. Ukur larutan standar kedua (berbeda dari yang digunakan untuk kalibrasi) untuk memverifikasi akurasi. Catat hasilnya dan hitung penyimpangan.

Dokumentasi yang harus dicatat meliputi:

  • Tanggal dan waktu kalibrasi
  • Identitas alat (nomor seri, ID internal)
  • Larutan standar yang digunakan (nomor batch, tanggal kedaluwarsa)
  • Nilai standar dan pembacaan alat
  • Penyimpangan dan status (lulus/tidak lulus)
  • Nama dan tanda tangan operator
  • Tanggal kalibrasi berikutnya

Penelitian BRIN [4] menegaskan bahwa peralatan yang memerlukan kalibrasi harus diidentifikasi secara unik dan ditandai dengan informasi yang mencakup tanggal kalibrasi terakhir dan tanggal kalibrasi berikutnya.

Frekuensi Kalibrasi dan Pemeliharaan Probe

Manual HANNA HI8733 [7] merekomendasikan kalibrasi ulang minimal sebulan sekali, dan setiap kali probe atau baterai diganti. Namun, frekuensi ini dapat disesuaikan berdasarkan:

  • Intensitas penggunaan
  • Tingkat akurasi yang dibutuhkan
  • Rekomendasi dari laboratorium kalibrasi eksternal

Pemeliharaan probe meliputi:

  • Pembersihan rutin dengan larutan pembersih HI7061
  • Penyimpanan dalam kondisi lembab (gunakan larutan penyimpanan HI70300 atau larutan standar encer)
  • Pemeriksaan visual terhadap kerusakan fisik atau korosi

Dokumentasi Kalibrasi Konduktivitas yang Siap Audit: Template dan Persyaratan ISO

Dokumentasi adalah bahasa auditor. Tanpa dokumentasi yang lengkap dan terstruktur, kepatuhan teknis sekalipun sulit dibuktikan. Persyaratan dokumentasi kalibrasi diatur dalam ISO/IEC 17025:2017 klausul 6.5, ISO 22000:2018 klausul 7.1.5 dan 8.7, serta persyaratan tambahan FSSC 22000 V6.

Contoh Template Catatan Kalibrasi Konduktivitas

Berikut adalah elemen minimum yang harus ada dalam catatan kalibrasi:

ElemenDeskripsi
Identitas AlatNama alat, merek, model, nomor seri, ID internal
Tanggal KalibrasiTanggal pelaksanaan
Larutan StandarJenis, nomor batch, tanggal kedaluwarsa, nilai sertifikasi
Nilai StandarNilai konduktivitas larutan standar pada suhu kalibrasi
Pembacaan AlatNilai yang terbaca pada alat setelah kalibrasi
PenyimpanganSelisih antara nilai standar dan pembacaan
StatusLulus/Tidak Lulus (dengan batas toleransi yang ditentukan)
OperatorNama dan tanda tangan
Kalibrasi BerikutnyaTanggal kalibrasi ulang yang direncanakan

Cara Membaca dan Menyimpan Sertifikat Kalibrasi

Sertifikat kalibrasi dari laboratorium terakreditasi (ISO/IEC 17025) adalah bukti utama ketertelusuran yang dicari auditor. Elemen kunci dalam sertifikat meliputi:

  • Identitas laboratorium: Nama, alamat, nomor akreditasi
  • Identitas alat: Merek, model, nomor seri
  • Tanggal kalibrasi: Tanggal diterima, tanggal kalibrasi, tanggal sertifikat
  • Hasil pengukuran: Nilai sebelum dan sesudah kalibrasi
  • Ketidakpastian pengukuran: Dinyatakan dengan faktor cakupan (k=2 untuk tingkat kepercayaan 95%)
  • Pernyataan ketertelusuran: Menyatakan bahwa hasil tertelusur ke SI melalui standar nasional

Sertifikat kalibrasi harus disimpan dalam sistem pengarsipan yang terorganisir—sebaiknya dalam format digital dan cetak—dengan indeks yang memudahkan pencarian saat audit. Masa retensi dokumen kalibrasi umumnya mengikuti kebijakan retensi dokumen sistem manajemen mutu, minimal selama 3 tahun (satu siklus sertifikasi).

Program Kalibrasi Bulanan untuk Alat Ukur Konduktivitas

Program kalibrasi adalah dokumen hidup yang mengatur seluruh aktivitas kalibrasi di fasilitas Anda. Elemen kunci program kalibrasi meliputi:

  1. Daftar alat: Semua alat ukur yang memerlukan kalibrasi, termasuk konduktometer.
  2. Frekuensi kalibrasi: Berdasarkan rekomendasi pabrikan, intensitas penggunaan, dan risiko.
  3. Metode kalibrasi: Kalibrasi internal atau eksternal.
  4. Kriteria penerimaan: Batas toleransi penyimpangan yang diizinkan.
  5. Tindakan jika tidak memenuhi: Prosedur untuk alat yang gagal kalibrasi.
  6. Personel bertanggung jawab: Operator, supervisor QC, atau manajer laboratorium.

Mengatasi Masalah Umum Kalibrasi Konduktivitas Sebelum Audit

Audit yang sukses tidak hanya tentang memiliki dokumentasi—tetapi juga tentang memiliki alat yang berfungsi dengan benar. Berikut adalah masalah umum dan solusinya.

Penyebab Kalibrasi Tidak Akurat dan Cara Mendeteksinya

Penelitian dari UII [2] mengidentifikasi beberapa faktor kritis yang mempengaruhi akurasi:

  1. Gelembung udara pada probe
    Pengaruh: Mengurangi luas permukaan efektif elektroda, meningkatkan resistansi, menurunkan konduktivitas.
    Solusi: Ketuk probe dengan lembut setelah perendaman untuk melepaskan gelembung.
  2. Larutan standar terkontaminasi atau kedaluwarsa
    Pengaruh: Nilai konduktivitas sebenarnya berbeda dari nilai sertifikasi.
    Solusi: Verifikasi tanggal kedaluwarsa dan kondisi fisik sebelum digunakan. Gunakan larutan standar dari wadah yang belum lama terbuka.
  3. Probe kotor
    Pengaruh: Endapan atau lapisan minyak pada elektroda mengganggu konduktivitas.
    Solusi: Bersihkan dengan larutan pembersih HI7061 secara rutin, terutama setelah mengukur larutan dengan konsentrasi tinggi.
  4. Suhu tidak stabil
    Pengaruh: Konduktivitas sangat bergantung pada suhu (sekitar 2%/°C).
    Solusi: Tunggu keseimbangan termal sebelum kalibrasi. Pastikan kompensasi suhu otomatis (ATC) berfungsi.
  5. Gangguan EMC
    Pengaruh: Interferensi elektromagnetik dari peralatan listrik di dekatnya.
    Solusi: Gunakan wadah plastik. Jauhkan dari motor listrik, inverter, atau sumber gangguan elektromagnetik lainnya.

Strategi Komunikasi dengan Manajemen Mengenai Anggaran Kalibrasi

Penelitian UNDIP [6] mengungkapkan akar masalah yang sering terabaikan: anggaran kalibrasi tidak mencukupi karena kurangnya kesadaran top management tentang pentingnya kalibrasi. Untuk mengatasi ini, komunikasi yang efektif dengan manajemen sangat penting.

Berikut adalah argumentasi finansial yang dapat Anda gunakan:

Biaya kalibrasi vs. biaya ketidakpatuhan:

  • Biaya kalibrasi konduktometer: relatif kecil (sekitar Rp 500.000 – Rp 1.500.000 per tahun)
  • Biaya produk cacat: studi kasus PT X Pharma menunjukkan kerusakan meningkat dari 0,30% menjadi 13,59%—peningkatan biaya produksi ulang yang signifikan
  • Biaya temuan audit: biaya corrective action, audit tambahan, potensi pencabutan sertifikasi
  • Risiko reputasi: kehilangan kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis

Gunakan data konkret seperti studi kasus di atas untuk membangun business case yang meyakinkan. Tunjukkan bahwa investasi kalibrasi adalah biaya pencegahan (prevention cost) yang jauh lebih murah daripada biaya kegagalan (failure cost).

Kesimpulan

Kepatuhan audit FSSC/ISO di pabrik kemasan pangan bukanlah tujuan yang sulit dicapai jika Anda memiliki pemahaman yang tepat tentang persyaratan dan prosedur yang benar. Uji konduktivitas, meskipun tampak sebagai parameter teknis sederhana, memiliki implikasi luas terhadap keamanan pangan, kualitas produk, dan status sertifikasi Anda.

Poin-poin kunci yang perlu diingat:

  1. Kalibrasi konduktivitas adalah persyaratan kepatuhan yang diatur dalam FSSC 22000 V6, ISO/TS 22002-4, dan ISO 22000:2018.
  2. Ketidaksesuaian kalibrasi memiliki konsekuensi nyata: temuan audit, peningkatan kerusakan produk, dan risiko keamanan pangan.
  3. Prosedur kalibrasi yang benar—dengan larutan standar tertelusur, eliminasi gelembung, dan dokumentasi lengkap—adalah kunci untuk lolos audit tanpa temuan.
  4. Dokumentasi yang terstruktur (catatan kalibrasi, sertifikat, program kalibrasi) adalah bahasa yang dipahami auditor.

CV. Java Multi Mandiri adalah supplier dan distributor terpercaya alat ukur dan instrumen pengukuran, khusus dalam melayani kebutuhan bisnis dan aplikasi industri. Kami menyediakan berbagai alat ukur konduktivitas, termasuk HANNA HI8733, serta larutan standar dan aksesoris pendukungnya. Dengan pengalaman melayani berbagai pabrik kemasan di Indonesia, tim teknis kami siap membantu Anda memilih solusi yang tepat untuk memenuhi persyaratan audit FSSC/ISO. Hubungi kami untuk konsultasi solusi bisnis dan diskusikan kebutuhan perusahaan Anda.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi. Produk HANNA HI8733 disebutkan sebagai contoh implementasi. Pastikan untuk mengacu pada manual resmi alat dan persyaratan spesifik dari badan sertifikasi Anda. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidaksesuaian audit akibat perbedaan interpretasi standar.

Rekomendasi Conductivity Meter

Referensi dan Sumber

  1. FSSC Foundation. (2023). FSSC 22000 Scheme Interpretation Article: Quality Control (Version 6). Foundation for Food Safety Certification. Retrieved from https://www.fssc.com/wp-content/uploads/2023/03/Scheme-Interpretation-Article-Quality-Control-V6.pdf
  2. Hindayani, A., & Hamim, N. (2022). Akurasi dan Presisi Metode Sekunder Pengukuran Konduktivitas Menggunakan Sel Jones Tipe E untuk Pemantauan Kualitas Air Minum. Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA), Vol. 05 No. 01. Pusat Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia – Badan Standardisasi Nasional (PUSRISBANG SDM – BSN). Retrieved from https://journal.uii.ac.id/IJCA/article/download/21508/pdf/89535
  3. ISO/TS 22002-4:2013. Prerequisite programmes on food safety — Part 4: Food packaging manufacturing. International Organization for Standardization. Retrieved from https://www.iso.org/standard/60969.html
  4. Krismastuti, F.S.H., & Habibie, M.H. (2022). Complying with the resource requirements of ISO/IEC 17025:2017 in Indonesian calibration and testing laboratories: current challenges and future directions. Accreditation and Quality Assurance. Springer Nature. PMCID: PMC9579603. Retrieved from https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9579603
  5. Universitas Semarang (USM). Analisis Penurunan Kualitas Produk pada PT X Pharma (Studi Kasus: Peningkatan Kerusakan Produk dari 0,30% menjadi 13,59%). eSkripsi USM. Retrieved from https://eskripsi.usm.ac.id
  6. Universitas Diponegoro (UNDIP). Pengamatan Kesesuaian Kalibrasi di PT Daya Manunggal (Penelitian tentang Faktor Penyebab Ketidaksesuaian Kalibrasi di Perusahaan Manufaktur). eJournal UNDIP. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id
  7. HANNA Instruments. Manual Resmi HI8733 Portable Multi-Range Conductivity Meter. ITM Instruments. Retrieved from https://itm.com
  8. ISO/IEC 17025:2017. General requirements for the competence of testing and calibration laboratories. International Organization for Standardization.
  9. ISO 22000:2018. Food safety management systems — Requirements for any organization in the food chain. International Organization for Standardization.
  10. NIST. Special Publication 260-142: Primary Standards and Standard Reference Materials for Electrolytic Conductivity. National Institute of Standards and Technology. Retrieved from https://www.nist.gov/system/files/documents/srm/260-142-2ndVersion.pdf

Konsultasi Kebutuhan Pengujian Anda

Dapatkan penawaran produk sesuai dengan kebutuhan Anda.